[SUDAH TERBIT]
(Alih judul dari: Super bunda)
INI FANFICT HOMO YE WAK. JANGAN SALAH LAPAK!
[Mpreg] Kim Taehyung dan Jeon Jungkook ke bablasan ketika masa-masa SMA.
Semakin hari, Taehyung rasanya makin sibuk. Giat banget untuk kumpulin buat beli susu adek. Mana lagi beberapa bulan yang akan datang, adek akan mulai makan. Kebutuhan gizi adek yang utama, harus terpenuhi agar tumbuh dengan baik.
Taehyung makin rajin segala di kebut. Segala di ambil job kalo-kalo ada yang tawarin.
Jungkook? Semakin mahir menjadi ibu rumah tangga yang baik. Apalagi dalam mengurus anak dan suami.
Ini, kaya sekarang Jungkook lagi bantu prepare barang Taehyung. Kemarin, suaminya cerita kalo dia di ajak kak Namjoon buat ikut seminar. Tapi seminarnya di Daegu; mengharuskan Taehyung nginep beberapa hari.
"Gapapa aku tinggal?" tanya Taehyung sambil elus surai hitam Jungkook
"Apa-apa." Bibirnya mengerucut buat Taehyung terkekeh
"Cuma dua hari, sayang."
"Tetep aja, dua hari lama kalo gak ada kamu,"
Malah Taehyung yang salting. Beneran, Jungkook gak ada niat sama sekali buat gombal kok tadinya. Cuma—manis banget; kata Taehyung.
Taehyung mikir sejenak. "Oh, nanti aku beliin sesuatu deh dari Daegu, oke?"
Jawabannya gelengan kuat. "Gak mau apa-apa, cuma mau kamu." Cicitnya
Taehyung senyum, tarik Jungkook kepelukan. Kok jadi gak tega gini ninggalinnya. Padahal cuma ke Daegu kok.
"Nanti minta temenin Bambam dan Yugyeom aja. Atau nginep sam kak Seokjin, kan kak Seokjin juga sendirian di rumah." usul Taehyung
Di jadwal yang di kasih Namjoon berangkatnya pagi ini, jam sepuluh. Sekarang baru aja pukul enam pagi.
"Jaga diri di sana," tatap mata Taehyung dengan binar yang bikin Taehyung gemas.
"Iyaa. Kamu juga hati-hati di rumah."
Kecupan-kecupan kecil mendarat di seluruh wajah Jungkook. Sampai yang terakhir tepat di bibir. Lumatan lembut mendominasi, perlahan tangan Jungkook mengalung di leher sang suami. Menikmati momen-momen berdua yang beberapa bulan ini agak jarang mereka lakukan.
Lumatan terlepas tanpa mengurangi jarak se-centi pun. Hidung saling bersentuhan, ambil nafas terburu. Hati Jungkook berdebar parah, padahal sebelumnya mereka sering begini.
Tangan Taehyung entah sejak kapan sudah bertengger mengelus halus perut Jungkook yang masih dalam pemulihan pasca melahirkan, di elusnya perlahan buat Jungkook sedikit tersentak karena merasakan sensasinya.
"Boleh?"
Bisik Taehyung tepat di telinga Jungkook. Dia gigit sensual cuping Jungkook membuat pemiliknya mengerang tertahan.
Jungkook mengangguk sebelum akhirnya Taehyung bawa kembali berbaring di ranjang.
Giliran Taehyung yang ngangguk, "kamu jangan terlalu berisik."
Sebelum akhirnya mereka sibuk dengan kegiatannya. Seperti apa yang Jungkook bilang, mainnya harus cepat, nanti takut adek kebangun.
"A—ah, pelan mas,"
;
"Cantiknya ayah, princess nya ayah, hari ini sama besok di tinggal dulu gapapa, ya?"
Taehyung lagi pangku Yena, kaya biasa, berceloteh ajak ngobrol Yena tentang banyak hal. Hari ini bakal di tinggal sampai besok, stock banyak-banyak pelukan biar gak terlalu kangen, katanya.
"Jangan nakal nanti sama bunda, oke? Harus nurut apa kata bunda. Bobo yang teratur, jangan begadang nanti kasian bunda nya kecapean."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.