Gimana kabar kalian? Baik baik kan. Kalian harus taati aturan pemerintah ya Dirumah aja, cuci tangan, pake masker, sosial distancing.
Kezya sama dimas bakal balikan gak ya? Apa kezya udah move on Terus dimas dijodohin sama siapa?
HAPPY READING 🌾🌟💚🌟🌟
Kezyana Sore aku di antar seorang cowok yang baru aku kenal tadi di mall. Perkenalan yang cukup singkat tapi membuatku nyaman, aku tidak tahu kenapa dia begitu baik kepadaku sampai sampai mau mengantarkanku pulang. Sudah ku tolak tapi ia ngotot ingin mengantarku pulang karena khawatir, iyaaa aku sudah menceritakan kepadanya soal yordan yang mengintaiku. Mungkin karena hal itu dia kasihan padaku.
Aku membuka pintu mobilnya tapi dengan sigap sa mengambil alih pintu mobil dan membukakan nya untukku, ada hal yang aneh, darahku berdesir dan jantungku bekerja begitu cepat kala dia membuka pintu mobil lalu tersenyum.
"makasih" ucapku. Ku lontarkan senyum padanya "gue masuk ya, makasih udah nganterin sampe rumah" timpalku
"eh bentar" "minta nomor hape lo dong sama id line" pintanya, ia menyodorkan ponselnya
Merasa ada yang melihat, aku menengok kearah jalan pojokku, ternyata disana ada dimas dan boby Tapi aku pura pura gak liat. Tau sendiri aku lagi berusaha melupakan dimas sebisa mungkin.
Setelah sam pulang, dan aku hendak membuka pintu rumahku. Dimas datang kerumahku, mau ku tolak gabisa soalnya ada mama di depan rumah lagi nyiramin bunga.
"eh nak dimas" ucap mama kedimas. Dimas melepaskan jaket dan helmnya
"tante kabarnya gimana" dimas mencium punggung tangan mamaku (sungguh sopan sekali kamu)
Begitupun dengan boby
"ayo masuk kerumah" ajak mama ke dimas dan boby, mama menggiring nya masuk ke rumah
Dimas dan boby pun masuk
Sebelum mereka masuk aku masuk lebih dulu.
Saat aku hendak berlari menjauhi dimas. Ia lebih dulu meraih tanganku dan menghentikan langkahku.
"mama tinggal bersih bersih dulu ya" teriak mama dari samping rumah yang sedang membereskan alat untuk merawat tanaman.
"iya tante" balas dimas
Setelah aku persilahkan kedua bujangan ini duduk, aku tidak membuka obrolan apapun. Bibirku kaku.
Dimas menatap ku seolah matanya ingin mengutarakan sesuatu, aku tidak bisa menatapnya balik. Takut ada yang runtuh di dalam hati.
"eh eh udah dong diem diemanya, nih martabaknya di makan dong" ucap boby yang memecahkan suasana
Aku mengangguk
"kez tadi yang nganterin cowok lu?" dimas
"bukan" jawab ku singkat
"terus? Gebetan lu ya?"
"kalo iya emang kenapa?" jawabku ketus, apa harus bohong begini?
"owh" dimas ber owh riaaa
"yaudah kita pulang kez" dimas beranjak dari sofa
"iya hati hati"
***
Saat motor dimas sudah menjauhi rumahku Ada chat darinya
LINE
Dimas : besok jalan yuk kez Dimas : gue mau jelasin semuanya sama lu Dimas : tidak ada penolakan disini
Kezya : ok Read
LINE
Cici : eh anak monyet, lu ke toilet apa traveling sih! Cici : lama banget
Kezya : gue udah pulang, sorry tadi ga ngabarin
Cici : aigoooooo laknat bgt luuuuu! Read
***
Pagi pagi sekali aku mendatangi tempat yang di maksud dimas, kali ini aku ngga mau di jemput dimas. Lagi berusaha membuat benteng sekokoh mungkin.
Tempat yang dimaksud dimas adalah pantai, tapi pantai yang ia pilih masih sepi dan tidak banyak sampah, aku suka.
Aku menunggunya di bawah pohon, duduk di batang pohon yang sudah tumbang. Aku menikmati semilir angin dan pemandangan yang indah.
"kezya.." ucap dimas yang membuyarkan lamunanku.
"eh lo udah dateng" aku buru berdiri.
"barusan" jawabnya singkat "kez kesana yuk" dimas menunjuk bibir pantai
"ayok" jawabku semangat
Dimas meraih tanganku dan menggenggamnya, aku membalas genggaman tangannya, pertahananku runtuh. Tapi yasudah lah, hitung hitung ini adalah pengobat rindu
"kez bentar ya gue mau foto pemandangan dulu, soal nya itu bagus banget"
Saat dimas memotret pemandangan, aku lebih dulu memotret dimas, karena ku fikir ini momen yang langka jadi harus di abadikan.
peachylix
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
4785 likes Peachylix can you see me? @kkdrnando
This account is turn of comment
"kenapa di matiin kolom komen nya?" tanya dimas yang berjalan ke arahku
"gapapa, entar banyak yang bacot"
***
Kita duduk di bibir pantai. kita bisa merasakan terpaan ombak yang mengenai kaki. Tidak ada yang mengawali obrolan, Suasana hening, yang terdengar hanya bising suara ombak.