Work ini ada sebagai manifestasi program RAWS community batch 2 bertema meriset, membaca, dan menulis yang dituangkan dalam bentuk non fiksi maupun fiksi
Jangan lupa singgah dan tinggalkan jejak kawan :-)
Hai....hai. Setelah lama bertapa mencari wangsit, akhirnya manusia satu ini kembali hadir.
Tema yang dibahas kali ini adalah tentang proses pembuatan sesuatu. So, kira-kira mau bikin apa ya? Penasaran? Yuk langsung baca.
👇👇👇👇
Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata "sampah." Menjijikkan, kotor, penuh bakteri, dan sederet perumpaan negatif lainnya terlintas.
Pengertian sampah menurut KBBI adalah benda atau barang yang dibuang karena tidak terpakai lagi atau sebagainya; kotoran seperti daun, kertas maupun plastik.
Persoalan sampah plastik selalu menjadi persoalan krusial yang tidak ada habisnya. Penambahan volume limbah yang kian hari kian bertambah, memunculkan beragam dampak yang meresahkan banyak pihak.
Seperti yang dilansir dari salah satu sumber, Indonesia berada diposisi kedua sebagai negara penghasil sampah plastik dengan jumlah sekitar 187,2 juta Ton. Sementara China sebagai negara yang menduduki urutan pertama, telah menyentuh angka 262,9 Ton.
Beragamnya dampak negatif yang timbul, membuat orang-orang berlomba memikirkan alternatif terbaik untuk menanggulangi persoalan ini. Salah satu cara yang dapat diaplikasikan ialah Ecobrick.
Dalam bahasa Indonesia, Ecobrick memiliki arti bata ramah lingkungan. Atau bisa juga diartikan sebagai botol plastik yang diisi limbah non organik seperti sampah kemasan plastik kemudian dimampatkan. Sehingga terasa lebih padat dan bervolume. Ecobrick sendiri kerap digunakan sebagai pengganti batu bata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ecobrick mempunyai banyak manfaat diantaranya ;
1. Mencegah sampah plastik menumpuk di pembuangan konvensional
Penumpukan sampah yang terus terjadi di tempat pembuangan akan menimbulkan berbagai masalah apabila tidak dikelola dengan baik. Masalah ketersediaan lahan, sampai terkontaminasinya tanah oleh zat-zat kimia dalam plastik adalah sederet permasalahan yang timbul akibat sampah.
Cara penanggulan yang umumnya dilakukan dirasa kurang tepat. Misalnya dengan metode pembakaran. Bukannya menyelesaikan problematika sampah, justru menambah masalah baru yakni polusi udara. Zat kimia akan terurai bersama udara dan terhirup manusia, yang dapat memicu banyaknya penyakit.
Maka, produksi Ecobrick secara rutin sebagai bahan bangunan alternatif dirasa mampu menekan jumlah sampah yang akan berakhir di tempat pembuangan.
2. Ekonomis dan Mudah Dibuat
Membuat Ecobrick sangatlah mudah. Terlebih bahan yang digunakan sederhana. Antara lain botol dan kemasan plastik yang kerap dijumpai dilingkungan sekitar. Praktis dan tentunya gratis.
3. Berfungsi sebagai material yang awet dan kuat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Plastik memiliki sifat tahan lama, kuat dan anti air. Dengan sifat tersebut, Ecobrick tak kalah kuat dengan material lain seperti batu bata. Sehingga cocok digunakan sebagai bahan bangunan yang nyaman, kuat dan tentunya unik.
4. Sebagai bahan utama pembuatan furniture
Limbah tak selamanya berkonotasi buruk. Mulai dari tidak berguna sampai kotor. Namun faktanya, sampah yang diolah dengan cara kreatif akan menghasilkan benda-benda bernilai jual tinggi. Salah satunya furniture berbahan dasar Ecobrick.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ecobrick dapat dibuat menjadi kursi, meja, serta miniatur rumah dengan desain unik dan juga memiliki nilai estetis. Sekarang sudah banyak ditemukan furniture Ecobrick dipasaran dengan harga yang cukup terjangkau. Dan pastinya tak kalah nyaman dengan furniture pada umumnya.
Nah, itulah beberapa manfaat dari Ecobrick. Mudah membuatnya, ramah lingkungan dan bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan.
Oh iya, Ecobrick pertama kali ditemukan oleh seorang seniman asal Kanada, bernama Russel Maier. Penemuan Ecobrick terjadi saat Russell berada di filiphina dan menyelasaikan projeknya di Indonesia. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk penanggulangan limbah yang tiap saat selalu bertambah.
Ecobrick bisa dibuat dimana pun dan oleh siapa saja. Mau tahu cara pembuatannya?
1. Siapkan bahan dan alat
Pertama-tama, kita harus menyediakan bahan dan alat berupa botol bekas berukuran 600 ml atau 1,5 L, tergantung keinginan dan ketersediaan bahan. Tak lupa kemasan plastik sebagai isian. Terakhir tongkat kayu kecil untuk mendorong plastik.
2. Bersihkan bahan
Botol dan kemasan plastik perlu dibersihkan terlebih dahulu, agar nantinya tidak mengeluarkan aroma tak sedap.
3. Mulai Membuat
Setelah bersih, kemasan plastik dimasukkan ke dalam botol. Isi terus-menerus sampai tak tersisa ruang kosong. Gunakan tongkat kayu ataupun sumpit untuk memampatkan isinya, kemudian ditimbang. Biasanya berat berkisar antara satu kilo sampai satu setengah kilogram.
Hal tersebut diperlukan supaya berat Ecobrick seragam. Ecobrick yang tidak penuh, sifatnya akan mudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Entah itu sebagai material alternatif bangunan, maupun sebagai bahan dasar pembuatan furniture.
Ecobrick sudah banyak dibuat dan dikembangkan oleh para pemerhati lingkungan. Dari sana pula, lapangan perkerjaan baru dibuka. Selain meningkatkan daya guna limbah, Ecobrick menjadi lahan pemasukan tambahan bagi yang bersangkutan, serta bermanfaat sebagai sarana edukasi dan penyaluran kreatifitas.
Mari berpartisipasi menjaga lingkungan. Ecobrick adalah salah satu jalan dari banyak jalan yang bisa kita tempuh untuk menanggulangi masalah kronis ini. Jadi, tunggu apalagi?
Sekian pembahasan kali ini, sampai jumpa di riset selanjutnya.