Work ini ada sebagai manifestasi program RAWS community batch 2 bertema meriset, membaca, dan menulis yang dituangkan dalam bentuk non fiksi maupun fiksi
Jangan lupa singgah dan tinggalkan jejak kawan :-)
Tokoh adalah elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari suatu cerita. So, ketika ingin membuat cerita, kita perlu menciptakan terlebih dulu tokoh sebagai penggerak utama cerita.
Sebelumnya, aku belum kepikiran apapun tentang tokoh. Bingung, harus pakai siapa sebagai inspirasi tokoh di cerita aku nantinya. Malah, aku kira topik ini akan aku bahas belakangan, tapi ternyata enggak.
Atas dasar ilham yang tiba-tiba bertandang tanpa diundang, aku kepikiran sama salah satu aktris Indonesia yang kayaknya cocok kalau aku terapkan di cerita aku kelak.
Artis satu ini masih muda, multitalenta, berprestasi tanpa sensasi, dan pastinya cantik. Cantik disini tidak sebatas fisik yang memesona saja, tetapi cantik dari segi intelektualitas serta attitude yang terpancar dari sosok yang bersangkutan.
Penasaran?
Ini dia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayunda Faza Maudya, atau yang lebih akrab disapa Maudy Ayunda ini lahir di Jakarta, 19 Desember 1994. Sulung dari dua bersaudara ini merupakan pemain film dan penyanyi.
Maudy memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 2006, tepatnya saat ia berumur 12 tahun. Ketika pertama kali terjun, ia didapuk sebagai peran utama bernama Rena dalam film berjudul "Untuk Rena".
Kemudian, pada tahun 2009, Maudy mendapat peran sebagai Zakiyah Nurmala seorang gadis melayu dalam film "Sang Pemimpi".
Bukan hanya dipercaya memegang peran dalam film tersebut, Maudy rupanya juga diberi kesempatan untuk menyanyikan soundtrack film Sang Pemimpi yang berjudul "Kejar Mimpi."
Kariernya di dunia seni peran tak hanya sampai disitu. Maudy pernah memerankan beberapa film lainnya, seperti Rumah Tanpa Jendela dengan peran sebagai Andini, Tendangan dari langit berperan sebagai Indah, Malaikat Tanpa Sayap sebagai Mura, Perahu Kertas sebagai Kugy, Refrain, Siapa Di Atas Presiden, Trinity Traveler dan yang terakhir Ainun & Habibie 3, berperan sebagai ibu Ainun pada masa muda.
Di film Perahu Kertas dan Refrain, Maudy turut serta menyanyikan soundtrack film keduanya. Untuk Film Refrain sendiri, Maudy membawakan soundtrack berjudul Cinta Datang Terlambat dan beradu akting dengan penyanyi terkenal Afgan.
Dari film Refrain, aku kenal dengan sosok Maudy. Waktu nonton filmnya, aku sempat baper. Mungkin buat sebagian orang alurnya agak klise, tentang persahabatan yang dimana salah satunya terjebak perasaan cinta. Tapi buat aku karakterisasi tokohnya dan sentuhan soundtrack itu yang bikin penonton larut dalam suasana. Maudy berhasil membawakan lagu Cinta Datang Terlambat ini dengan suara khasnya yang bening. Ditambah penghayatan dari Maudy sendiri, membuat hati semakin berdebar-debar ketika mendengar.
Untuk kariernya di dunia tarik suara, Maudy memulainya dengan menciptakan album solo bertajuk Panggil Aku pada tahun 2011. Dalam album ini terdapat beberapa lagu diantaranya Aku atau Temanmu dan Tiba-tiba Cinta Datang.