bab 1 : Pendekatan

100 13 2
                                        

"Terkadang yg menurut orang lain buruk bukan berarti bagi kita sendiri juga buruk kan?"—BintangGibraland.


*****

"Hai!" bintang tersenyum saat melihat Alexa turun dari mobilnya. Alexa yg sudah hafal di luar kepala hanya diam tak menanggapi, "kamu udah sarapan?" Alexa hanya melirik sekilas.
"Gue hari ini bangun pagi khusus buat bekal buat kamu" ucap bintang manis. Dengan senyumnya yg bisa membuat kaum hawa mabuk kecuali Alexa.

"Gausah. Lo kira gue nggak mampu beli makanan sampe lo bawain makanan dari rumah lo? Gausah sok akrab sama gue!gue rasanya pengen muntah" ucap alexa ketus disertai bentakan.

Bintang yg mendengarnya hanya menatapnya sambil tertegun-tegun kemudian tersenyum. Karena untuk pertama kalinya ada cewek yg di kejarnya dan selalu menolaknya. Padahal ia sudah menggunakan cara termanisnya. Sebenarnya bukan pertama kali sih dia di tolak Alexa berkali-kali mungkin. Tapi entah aneh saja cewek-cewek yang cuek padanya saja tak secuek Alexa.

*****

"Hai nyet!" Bintang tersenyum.

"Napa lo? Gila?" mendengar balasan dari Andi langsung menunjukan muka datar.

"Bukan nyet."

"Terus apa? Pasti ada hubungannya sama anak baru itu?" tebak Andi salah satu sahabat dekat Bintang.

"Tumben ada otak monyet pinter" Bintang tertawa dan langsung dapat jitakan dari Andi.

Bintang menceritakan dengan bangga kepada Andi. Andi yg mendengarnya malah semakin bingung dengan sahabatnya yg satu ini, karena di tolak malah senang.

"Gue bingung sama lo. Lo aneh. Dimana-mana ditolak cewek malah seneng" jawab andi ketawa di sertai gelengan kepala.

"Ini pertama kalinya ada cewek yg nolak gue. Gak kayak lo yg udah di tolak berkali-kali" ejek Bintang.

"Gue gak pernah di tolak cewek ya".

"Iya gapernah di tolak soalnya lo emang gak berani nyatain bego"

"Nunggu gue pinter kayak lo baru nembak dia" jawab Andi.

"Emang lo bisa pinter kayak gue" Bintang menunjuk dirinya sendiri.

"Ya enggaklah"

"Kalo dia juga suka sama lo. Mau lo jelek, item, jerawaten, gak pinter tetep istemewa di matanya" Bintang tersenyum bangga karena bisa menasehati kawannya padahal dirinya sendiri belum pernah merasakan namanya pacaran atau mencintai seorang selain Alexa. Ralat—ia pernah mencintai perempuan selain Alexa yaitu nenek dan ibunya. Kalau bersama kakaknya? Hm boleh-boleh. Dirinya serasa pintar walaupun kenyataannya memang pintar.

"He yang lo sebutin itu gak semuanya bener ya. Gue gak jelek dan gak jerawatan enak aja kalo ngehina" Andi tak terima.

"Hehehe jangan baperan kayak cewek. Ayo ke kantin" Bintang menarik tangan Andi, "Dika udah nungguin."

"Bolos maksud lo? Gue gak ikut. Bentar lagi bu Siska masuk kelas."

"Bolos 1 pelajarannya Siska gak akan buat lo bodoh" Bintang menjawab santai.

"Bukannya kebalik?"

*****

Alexa menatap makananmya dengan malas dan sambil terbengong entah memikirkan apa.

Dia tidak punya teman untuk di ajak bercerita. Bukannya mereka tidak mau berteman dengan Alexa tapi Alexa sendiri yg menolak untuk berteman dengan mereka.

Dan samapailah ia memikirkan Bintang. Teman seangkatan yg hampir 1 bulan ini mengejar-ngejarnya. Entah kenapa ia tidak mundur seperti yg lainnya setelah di tolak dan di jutekki  dirinya berkali-kali.

Alexa tiba-tiba lapar dan ia hendak memasukan nasi kedalam mulutnya sebelum ada manusia yg berteriak di belakangnya.

"Lexaaaaaaa!!!!! Kamu lagi makan? Makan apa? Kenapa babang Entang kok gak di ajak?" Bintang menyerocoti alexa dengan banyak pertanyaan.

Alexa mendengar itu hanya diam tak menanggapi ia langsung berdiri dan menatap bintang dengan tatapan tajamnya yg dingin.

Melihat itu bintang langsung duduk di samping alexa tanpa meminta izin alexa setuju atau tidak jika ia duduk.

Bintang masih kagum kenapa alexa tidak kagum atau histeris seperti cewek yg sering bintang temui saat melihat dirinya. Apakah semua ketampanannya sudah luntur? Tapi tadi saat ia sedang mencari Alexa masih banyak yg meneriaki dan menyapa dirinya.

"Alexa, aku bingung sma kamu. Kamu sma sekali gak kagum apa sama muka aku yang tampan ini? Apa muka aku kurang tampan? Kenapa kamu liat gue biasa aja?" wajah bintang memelas saat menanyakan itu.

Alexa berdiri dan langsung melangkahkan kaki, menjauhi bintang yg berbicara tidak jelas dan mengganggu makan siangnya di belakang sekolah.

****
TBC!

Hai! Di baca ya maaf klo jelek soalnya ini pengalaman pertamaku,  bisa nulis sepanjang ini.
semoga suka.

Salam Sayang

Kiky💙

StarLexTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang