"Kak aku ingin pulang kerumah" rengek Zee pada kedua kakaknya.
"Tapi disini sudah rumah kita Zee" jawab Hans yang diangguki oleh Will.
"Tapi Zee pengen pulang, Zee pengen dirumah ajah kak, dan lagi Zee pengen tau papa sama mama sekarang tinggal dimana" tutur Zee panjang lebar yang membuat kedua kakaknya mendesah pasrah dan meng-Iya kan permintaan adik kecilnya.
.....
"Kak"
"Hmm" jawab Hans dan Will serempak sambil menoleh kearah Zee.
"Rumah kita hancur kak" ucap Zee sambil memperhatikan kondisi rumahnya yang sudah hancur akibat dilalap api, tapi rumah itu masih berdiri dengan dinding-dinding kokoh yang menopangnya.
'Ssrreekk'
"Suara apa itu kak?" Tanya Zee yang langsung di bungkam oleh Will.
Tiba-tiba muncul tiga orang pria berpakaian serba hitam dan sebuah tas hitam yang dibawa oleh salah satunya, ketiga pria itu memiliki perbedaan walau sudah sama-sama berpakain hitam,salah satunya ada yang berbadan gendut, satunya lagi berbadan kurus tapi paling tinggi, dan yang terakhir berbadan sedang tapi tidak pendek dan tidak terlalu tinggi.
"Waduh bos, tempat ini jadi kayak gini ya sekarang" ujar sigendut pada salah satu dari keduanya.
"Ahh berisik lo gendut!" Bentak pria yang berbadan sedang.
"Tapi bos, kok si Renald itu belom bangkrut sih padahal kita udah bom rumahnya" ucap pria tinggi nan kurus dan langsung dihadiahi jitakkan dari sipria berbadan sedang, Alhasil sipria tinggi itu mengaduh kesakitan.
"Mana bisa bangkrut, dia itu kaya bodoh!-"omel sipria sedang sembari berjongkok dan menaruh tas hitamnya dilantai "-dia itu masih punya banyak perusahaan belum lagi lahan kosong, butik istrinya, dan apartemen-apartemen bintang limanya" sambungnya.
"Terus gimana caranya dia bangkrut bos?" Tanya sigendut dan ikut berjongkok menirukan bosnya.
"Tenang aja gue punya rencana lain buat itu" jawab bos nya dengan senyum smirk nya.
Tanpa mereka sadari ada tiga orang hantu yang mendengar dan memperhatikan mereka.
"Jadi mereka yang ngebom rumah kita" geram Will dengan mengepalkan tangannya.
"Mereka juga mau ngebangkrutin papa" sambung Hans sembari menatap ketiga pria itu dengan tatapan tajam.
"Beruntungnya kita hantu" ujar Zee yang membuat kedua kakaknya menoleh padanya dengan tatapan bingung.
"Emm aku benerkan kak, karena kita hantu jadi kita bisa cegah mereka agar tidak melakukan hal buruk pada papa dan mama" sambungnya yang semakin membuat kedua kakaknya mengernyitkan dahi.
"Caranya??" Tanya Hans yang diangguki oleh Will.
"Caranya....-" ucap Zee sambil melirik kedua kakaknya bergantian "-kita akan menghantui mereka dan menakut-nakutinya" sambungnya sembari tersenyum smirk menatap ketiga pria itu.
"Ohh ternyata adek kita ini smart juga yaa" puji Will yang diangguki oleh Hans.
"Ya iyadonk Zehili gituloh" ucap Zee dengan bangganya.
"Kita harus buat rencana" usul Hans dan diangguki kedua adiknya, ya adik karena Hans adalah anak pertama, sedangkan Will adalah anak kedua dan anak ketiga sekaligus terakhir adalah Zee.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasan dendam Hantu Bersaudara
De Todo'Duarr!!!' ledakan keras yang memekakan telinga membuat banyak orang berhamburan. Dilain tempat 3orang pria yang berpakaian serba hitam terlihat sedang tertawa puas dengan apa yang mereka lihat.