08.🍎

27 7 5
                                    

Happy Reading('∀')

Maafkan kalau ada typo🙏

Saat akan meletakkan kembali ponselnya,ia mendapat notif pesan dari nomor tak dikenal.

+623838......
|Save ya

Anin mengerutkan keningnya.Perasaan dia tak memberikan nomornya pada siapapun.

Anda
|Siapa?

+623838......
|Aku?

Anda
|Ya iyalah emang siapa lagi_-

+6283838......
|Oh,,Ezza

Anda
|Oh

S

etelah menyimpan nomor nya Ezza,Anin berbaring di kasur nya dan menatap langit-langit kamarnya.Namun,suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya.

'Tok tok tok'

"Woi dek,bukain pintunya!"teriak Elvan dari luar kamar Anin.

"Iya sabar elah!"sahut Anin yang juga teriak.

Ketika pintu dibuka,Elvan langsung masuk ke dalam kamar Anin.

"Ngapain lo kesini kak?"tanya Anin penasaran.

"Gue pengen lihat kamar lo,kan gue belum pernah lihat,,,,eh tapi gue gabut juga"jawab Elvan.

"Wih,bagus juga ya kamar lo.Kirain gue tadi kamar lo berantakan banget,soalnya lo kan orangnya rusuh"

"Lo mau muji atau ngehina sih kak"

"Dua-duanya mungkin"ucap Elvan mengedikkan bahu acuh.

Kamar Anin👇

Kamar Anin👇

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ANINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang