Atta :"maafin abang ya teh, tim"
Fateh :"iya bang"
Fatim :"iya bang, it's okey"
Sohwa :"bang kapan Sohwa pulang?"
Atta :"nanti ya mim, tunggu dokter periksa kamu dulu"
Sohwa :"udah lah bang, Sohwa udah gapapa"
Thoriq :"tunggu dokter ya kak" menggenggam tangan Sohwa
Fateh :"daripada ateh disini, ateh mau ikut bang Saaih aja" pergi keluar dari ruangan karena merasa dicueki
Fatim :"teh tunggu" ia pun menyusul Fateh dan Saaih
Atta :"Fateh, Fatim. Saaih mungkin belum menerima bang Atta kembali"
Sajidah :"tenang ya bang, nanti Jidah kasih tau Saaih. Pasti dia nanti juga paham"
Iyyah :"sabar ya bang"
Tok... tok... tok...
Thoriq :"dokter, silahkan"
Sajidah :"ada apa dok?"
Dokter :"saya akan memeriksa keadaan pasien" dokter pun memeriksa Sohwa
Atta :"gimana dok keadaan adik saya? Apakah dia sudah boleh pulang"
Dokter :"ya dia sudah boleh pulang. Tapi dengan satu syarat, syaratnya adalah dia harus istirahat total terlebih dahulu dan makannya teratur, karena saya liat dia punya magh"
Atta :"baik dok" menatap Sohwa
Dokter :"ya sudah saya permisi, dan silahkan selesaikan administrasi dan obat"
Thoriq :"baik dok"
Saaih POV
Setelah Saaih melihat Atta ia masih merasa jengkel karena bagaimana bisa dia sebagai abang laki-laki tertua meninggalkan keluarga mereka yang sedang dalam keadaan rapuh
Saaih :"arghhhhhh" ia membanting setir dengan keras
Fateh :"bang Saaih" Fateh masuk ke dalam mobil
Fatim :"tenang bang" ia memeluk Saaih
Saaih :"sekarang kita pulang ya"
Fateh dan Fatim :"iya bang" mereka pun melajukan mobil menuju rumah
Sajidah dan Iyyah POV
Sajidah dan Iyyah membayar administrasi terlebih dahulu menggunakan uang Atta, untungnya ada Atta saat ini karena jika tidak ada mungkin mereka tidak akan bisa membayar biaya rumah sakit
Sementara Atta dan Thoriq mendorong Sohwa dengan kursi roda karena keadaan Sohwa masih sedikit shock dan lemah namun ia berusaha kuat. Dan mereka pun sampai di mobil lalu tak selang berapa lama Iyyah dan Sajidah datang
Sohwa :"bang gamau mampir dulu? Kasihan adek-adek kecil pada kangen bang Atta?"
Atta :"engga deh mim, kapan-kapan aja ya" mengelus jilbab Sohwa
Thoriq :"ati-ati ya bang"
Atta :"okey"
Sajidah :"jangan lupa makan"
Iyyah :"abang sekarang kurusan"
Atta :"gimana gak kurusan coba, orang abang mikirin kalian terus"
Sajidah :"ahhh, masa sih?"
Atta :"liq, ntar malam sibuk ngga?" rencananya Atta ingin mengajak Thoriq untuk bekerja sama dalam masalah mereka dan menceritakan apa yang belum Thoriq ketahui
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita ingin semuanya kembali
General Fictionkeluarga yang tadinya harmonis menjadi hancur