chapter seven

51 19 1
                                    

Chapter seven
men have tastes

—00—
Seoul, 21 Juni 2020

KAMAR Hakmin mendadak ramai malam itu karena semua temannya berkumpul untuk bermain game bersama. Sudah ada enam orang yang berkumpul dalam kamar Hakmin.

Mereka dengan cepat membagi dua kubu dan bertarung sebagai musuh. Hakmin menuju sudut ruangan untuk menghidupkan AC karena udara sudah mulai pengap.

"Weh, Jinyoung taruh sini lah anjeng! Gak adil lo, udah ada Hakmin, si Jinyoung juga di embat." Hyunjin berujar masam, merasa tidak adil saat Hakmin dan Jinyoung dalam kubu yang sama.

Junkyu tertawa, "iri bilang boss!"

"Junkyu anjeng!"

"Tuker Han tuh, tuker aja!" Han menjitak sosok yang ada di sebelahnya dengan keras, "gitu lo njir sama gue!" Hyunjin justru mengangguk setuju, "iya nih, Han tuker sama Jinyoung lah, Han noob sialan!"

"Anjing! Kata-katain aja terus!" Han cemberut lalu menabok lengan Hyunjin keras hingga cowok itu mengaduh kesakitan dengan dramatis.

"Udah si elah, game doang ini." Hakmin menyela perdebatan sebelum mereka kembali melakukan cekcok tidak penting. Jinyoung tertawa, "Minggu depan mabar dah ya, kita se tim bisalah."

"mabar di kamar siapa?"

"Gue aja, roomate gue udah pindah sekolah lagian. Terus juga kamar gue ada peredam suara, bebas lah kalian mau teriak-teriak." Tawar Jinyoung yang langsung diangguki yang lain.

"Tuh dengerin, jingan!" Han mendengus seraya melirik Hyunjin dengan tajam, "idih ngambek." Hyunjin meledek lalu merangkul Han, "canda doang sob, jangan ngambek dong Han ku sayang ku!" Goda Hyunjin seraya mengedipkan sebelah matanya pada Han.

"Beneran ya Hyunjin ku sayang ku?" Han menggoda balik.

"HOMO KALIAN BERDUA ANJING!"

"Hyunjin sama Han anjing!"

Ceklek

"Maaf telat nder!"

Hyunjin dan Han saling berkontak mata, benar saja, Sunwoo baru datang bersama dengan tiga temannya. Sunwoo dan tiga temannya bersalaman pada enam orang lain yang sudah lebih dahulu ada di kamar Hakmin.

"Kebanyakan main twitter lo nder!"

"Tau aja lo nder!"

Sunwoo melempar senyum lebar, "eh, kita tadi kita ketemu kan ya?" Tanyanya seraya menjabat tangan Han. Han nyengir, "Yoi, ingatan lo bagus juga."

"Bagus lah, orang dia pinter!" Salah satu temannya menyahut jenaka, "enggak anjir, biasa aja gue." Sunwoo melepas tautannya pada Han lalu beralih pada Hyunjin.

"Weh kalo yang peringkat dua pararel aja biasa, apa lagi gue yang nilai fisikanya 4 anjer!" Hyunjin menjabat tangan Sunwoo dengan akrab seraya melontarkan candaan.

"Sunwoo emang hobi merendah buat meroket." Celetuk Hakmin yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa termasuk Sunwoo sendiri.

"Udah ayo main nder, ngejek gue mulu."

"Sunwoo sama Yeonho ikut tim Hyunjin, terus Jongho sama Yongseung ikut tim gue, gimana?"

"Setuju aja sih gue."

"Oke mantap!"

"Jaga suara bos, kalo ketangkep kita semua bakal kena detensi."

"Beres."

—00—

"Jadi gue tadi waktu ke kamar mandi, gue sempet denger Gowon nyanyi." Heejin buka suara setelah semua temannya kecuali Han dan Hyunjin sudah berkumpul di kamarnya.

[(1. Exousìa : Murdered soul)] ✓✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang