2. What is a Soulmate?

903 137 41
                                    

Jangan Lupa Vote dan Komentarnya👍🏻






Soulmate






Ketika Wonwoo berusia 5 tahun dia berharap menjadi seorang omega, pikiran polosnya mengatakan jika dia seorang omega, maka dia bisa bermain dengan Soonyoung tanpa batasan waktu. Itu yang bisa ia tangkap dari pikiran polos seorang anak kecil berusia 5 tahun.





...





"Wonwoo sudah waktunya kamu pulang, Soonyoung harus tidur.."

Wonwoo mendongak, menatap Papa Soonyoung dengan mata bulatnya. "Tapi aku masih ingin main.." bibir Wonwoo mengerucut, merasa kesal karena waktu bermainnya harus segera berakhir.

Soonyoung sendiri masih menatapnya dengan mata kecilnya yang bening, ia tengah memeluk boneka Pororo kesayangannya. "Papa, main sebentar lagi ya?" Soonyoung memeluk sang Papa dan mencium pipinya.

Papanya menggeleng tegas. "Kamu harus tidur, Ayah akan menggendongmu ke kamar."

Baru saja Seungcheol selesai berucap, Jeonghan datang dengan segelas kopi untuknya. "Apa waktunya Soonyoung tidur?"

Seungcheol mengangguk, menerima kopi dari Jeonghan dengan tangannya yang bebas. "Ya, dan aku akan mengantar Wonwoo pulang.."

Jeonghan menggendong Soonyoung segera, setelah anak tunggalnya terus mengulurkan tangan padanya. "Wonwoo, Soonyoung harus tidur, besok datanglah dan main lagi bersama, oke?"

Wonwoo masih menatap dengan bibir mengerucut, ia melihat Soonyoung yang menutup mulut Jeonghan dengan dua tangan kecilnya. "Ayah, ijinkan aku bermain sampai sore dengan Wonwoo, hari ini saja.." Soonyoung mengerjapkan matanya berkali-kali, "ya, please.."

Jeonghan ingin sekali memperbolehkan anaknya bermain, tapi Seungcheol terlalu tegas untuk di bantah, jadi dia menggeleng pelan. "Kamu harus tidur siang, dan Wonwoo juga.."

"Aku tidak!" Wonwoo menyela, "aku tidak tidur siang, jadi biarkan aku bermain lagi bersama Soonyoung.."

Seungcheol menghela napasnya, ia menarik Wonwoo mendekat padanya. "Tapi kalian harus tidur siang, kalian masih anak-anak yang butuh waktu tidur cukup banyak.."

Wonwoo menggeleng. "Aku bisa tidur saat malam, itu sudah cukup.."

Seungcheol menggeleng pelan. "Tapi Soonyoung butuh tidur.." Seungcheol memberi isyarat agar Jeonghan membawa Soonyoung pergi, jadi suaminya menurut.

Tidak lupa, Jeonghan memberi tahu Soonyoung untuk mengucapkan salam perpisahan sebelum beranjak menuju kamar Soonyoung. Wonwoo hanya diam menatap Soonyoung yang melambaikan tangan padanya. Soonyoung juga ingin bermain dengannya tapi mereka tidak bisa bermain dengan waktu yang lama, jika tidak ingat janjinya pada orangtuanya, Wonwoo ingin sekali rasanya menangis.

Seungcheol mengusak rambut Wonwoo, ia tersenyum kecil. "Aku akan mengantarmu pulang.."

Wonwoo menggeleng pelan, ia mendekap buku bergambarnya yang ia bawa dari rumah dengan erat. "Kenapa aku tidak bisa bermain dengan waktu lama bersama Soonyoung?" Wonwoo menatap Seungcheol dengan mata bulatbya, "tapi aku sering melihat Jihoon bisa bermain sampai sore, kenapa aku tidak bisa?"

Seungcheol menghela napasnya. "Karena Soonyoung dan Jihoon sama, jadi mereka bebas bermain bersama."

Alis Wonwoo berkerut. "Lalu apa bedanya denganku? Kami sama-sama anak-anak."

Seungcheol menatap mata penuh tekad Wonwoo cukup lama, tetapi berakhir membuatnya kembali menghela napasnya lagi. "Dengar, kamu tahu apa itu Alpha dan Omega?"

SoulmateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang