"Ya ampun Witan kamu kenapa?"
tanya Risma melihat Witan yang terduduk dibawah pohon dengan luka yang berdarah di kakinya.
"Gapapa ima cuma luka kecil."
"Ini harus diobatin tan,nanti kalo infeksi gimana?kenapa kamu malah diem ajah."omel Risma
"Gue lagi--"
"Bentar ya aku ke uks bentar mau ambil obat,kamu jangan kemana mana."potong Risma bergegas pergi
Semenit kemudian Risma datang dengan membawa kasa,plaster dan obat merah di tangannya.
"Ima obatin ya,maaf kalo sakit."ucap Risma khawatir sedangkan Witan hanya diam saja.
"Witan pasti lagi nahan sakit ya?"
"katanya si Wirda bakal balik lagi mau obatin luka gue."ceplos Witan membuat Risma menghentikan pengobatannya.
Witan yang menyadari ucapannya pun melirik Risma yang nenatapnya sendu.
"Emm mmaksud gue tuh gue--"
"Syut kalo banyak omong ima ga mau obatin Witan nih."ancam Risma meskipun perasaannya merasa campur aduk mendengar Witan yang mengharapkan kedatangan Wirda.
Tak jauh dari mereka terlihat Wirda berdiri menyaksikan Witan dan Risma,kedua tangannya menggenggam beberapa obat untuk mengobati luka Witan,sepertinya dia kalah cepat dengan Risma yang kini lebih dulu mengobati kaki Witan yang terluka.Wirda pun berbalik meninggalkan mereka.
"Gue emang ga ada apa apanya dibanding sama Risma.cuma ambil obat buat Witan ajah gue kalah cepet apalagi ambil hati Witan."
gumam Wirda sedih
🎧⚽
"Wirda lu bisa bantuin gue selesaiin nih tugas ga?"ucap Witan duduk di samping Wirda.
Wirda menatap Witan aneh."coba liat."ucapnya datar
Witan tersenyum lalu memberikan bukunya.
"Matematika?"ucap Wirda kembali memahami beberapa soal di buku Witan.
"Soal segampang ini masa sih ga bisa?"
"Serius ga bisa,gue ga ngerti gue gapaham da."ucap Witan dengan wajah nelangsa.
"Yaudah sini gue jelasin."ucap Wirda mengambil pulpennya.
"Pertama lu buat persamaan variabelnya nih jangan lupa perhatiin tanda nya setiap pindah tandanya berubah ingat jangan sampe salah, kalo udah lu hitung hasilnya.gampang kan."
"Gue coba."
"Oke."
Wirda tersenyum tipis melihat Witan yang terlihat sungguh sungguh mengerjakan tugasnya.
Senyumnya memudar ketika melihat Adiba yang menatapnya dengan tatapan meledek.
"Lu kalo mau gabung sini duduk,
jangan berdiri ajah."ucap Wirda membuat Witan menoleh
"Eh Adiba bidadarinya bang Egy."sapa Witan
"Omg bidadari ga tuh dib."ledek Wirda
"Lu kata siapa?"tanya Adiba penasaran
Witan terkekeh."kata bang Egy sendiri lah."
KAMU SEDANG MEMBACA
2W (Witan Sulaiman)
Fanfic"Lu cewe yang paling ngeselin didunia ini tau ga!!!!" "gue ga perduli jelek!" "lo sirik?lu adalah hetters pertama gue!" "liat ni jidat gue lecet karna bola lu ini!" "Dan lu udah tusuk bola ini,gue gasuka ya ada yang sakitin bola,apalagi ditusuk tusu...
