Pukul 06:40.
Aku sudah siap dengan seragam sekolah ku.
Tok tok tok.
Tiba-tiba pintu kamar ku diketuk seseorang, dengan perlahan aku membukanya. Terlihat Mama yang mengetuk pintu kamar ku. Aku menatapnya datar.
Tanpa mempedulikannya, aku segera masuk kembali ke dalam kamar kemudian mengambil sepatu yang sudah aku siapkan, dengan perlahan aku memakai sepatu ku dan Mama pun hanya memperhatikan apa yang sedang aku lakukan saja.
"Hana, Mama minta maaf ya" Mama akhirnya angkat bicara, tapi aku tetap diam.
"Mama tau kalau kamu marah sama Mama, Mama memang salah. Mama minta maaf. Jangan diemin Mama seperti ini ya" tambah Mama dengan lembut sembari mengelus rambut ku.
Aku menghela napas, "Tapi aku gak suka Mama sebar-sebar akun sosial media aku kayak gini! Sia-sia dong usaha aku selama ini!" Seruku dengan suara yang aku tahan agar tidak sampai membentak Mama.
Dengan frustasi aku mendudukkan diri di atas ranjang dan menutup wajahku dengan kedua telapak tangan.
Rasanya aku ingin menghancurkan semua yang ada di dalam kamar ini.
Aku merasakan tubuhku di rengkuh oleh Mama.
Ia mengelus rambut ku lembut, "Mama minta maaf oke? Sebagai permohonan maaf, Mama akan quality time sama kamu selama dua Minggu full"
Aku menatapnya, Mama menatapku dengan senyumnya yang meneduhkan.
Aku membalas memeluk Mama, kemudian menenggelamkan wajahku diperutnya, "Mama pasti nanti bohong" ucapku pelan.
"Dua Minggu penuh, sama kamu. Mama janji. Gak akan ke kantor, meeting, atau apapun yang berhubungan dengan kantor. Tapi kamu harus maafin Mama. Gimana?" Ucap Mama dengan lembut.
Aku kembali menatapnya.
"Bener? Aku gak mau Mama janji tapi nanti gak bisa nepatin" ucapku.
Mama tersenyum, "Mama janji. Kalau gitu sekarang ayo sarapan, udah jam tujuh. Nanti kamu Mama anter ke sekolah".
Aku hanya mengangguk dan menuruti apa yang Mama ucapkan. Bagaimanapun, rasanya aku cukup senang karena akan punya waktu berkualitas dengan Mama, walau hanya dua Minggu.
*****
"Ma,, please jangan parkir di lobi" ucapku panik sembari menatap Mama.
Mama malah tersenyum lebar, "Karena pasti semua teman-teman kamu, udah tau. Kenapa enggak sekalian aja?".
Shit!!.
Mama kalau jahat memang tidak tanggung-tanggung. Aku tau, pasti memang dari awal Mama sengaja membuat aku untuk up dihadapan publik, terutama dikalangan para pembisnis.
Aku menghela napas.
"Okey.... Kita udah sampai, kamu sekolah yang benar, jangan bolos. Pulang Mama jemput."
"Aku gak janji".
"Eh, tunggu-tunggu... Kamu lupa sesuatu!" Seru Mama tiba-tiba ketika aku hendak membuka pintu mobil.
"Apa?".
"Kamu lupa salim, sama... Ini" Mama menunjuk pipinya.
Lagi-lagi aku menghela napas, "Maaf".
Aku segera mencium tangannya dan mengecup pipi Mama ku yang cantik tapi kejam ini. Belum sempat aku memundurkan wajahku, tiba-tiba Mama menarik wajahku dan dicium lah pipi ku dengan kencang.

KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Sun || Kamu Matahari Ku
JugendliteraturIni cerita tentang seorang gadis yang sangat tak acuh dengan keadaan yang ada di sekitarnya, bahkan dirinya sendiri pun ia tak acuh. Ia sangat tidak suka bila kehidupannya diusik, walau hanya sedikit saja. Ia adalah gadis yang sangat menyukai keten...