Devona POV
Minggu pagi, aku sudah bangun untuk sarapan. Aku menuruni tangga dengan perlahan, melangkah menuju ruang makan. Terlihat papa dan mama yang sedang ngobrol di meja makan.
"Pagi Pa, Pagi Ma" sapaku sembari duduk.
"Pagi sayangnya Papa" balas Papa yang bangun dari duduknya kemudian mencium keningku.
"Pagi sayang, mau sarapan apa? Nasi goreng atau sandwich?" Balas Mama sekaligus bertanya dan tak lupa mengikuti apa yang Papa lakukan kepada ku.
"Nasi goreng" jawabku dan mama segera mengambilkan nasi goreng untukku.
Memang sudah kebiasaan Mama untuk mengambilkan Papa dan aku makan ketika berada dimeja makan.
Aku menerima piring berisi nasi goreng dari Mama, tak lupa mengucapkan terimakasih.
"Pah, aku mau tanya" ucapku yang sudah tidak sabar mengetahui informasi tentang keluarga 'Baraja'.
"Tanya apa?" Tanya Papa.
"Papa tau mendiang Wisnu Baraja?" Tanyaku hati-hati, Papa mengerutkan keningnya.
"Wisnu Baraja?" Tanya Papa mengulangi pertanyaan ku.
Aku mengangguk, "Iya, pembisnis yang meninggal karena kecelakaan" jelasku.
Papa mengangguk, "Papa tau sedikit, ada apa?".
"Papa tau info tentang keluarganya?" Tanyaku lagi, kemudian menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut.
"Kenapa kamu tanya soal keluarga Baraja? Tumben banget loh kamu nanya-nanya seperti ini, gak biasanya." Ucap Mama tiba-tiba menyambung.
"Aku cuma mau tau aja" ucapku menatap Mama, kemudian mengalihkan tatapan ke Papa lagi, "Papa ada info?".
Papa mengangguk, "Dia pembisnis yang sukses, tapi sangat licik dan pernah ada kasus kalau dia menipu kliennya, bukan hanya satu klien, tapi ada cukup banyak, dan kasusnya gak pernah ada yang diungkit lagi setelah kecelakaan itu. Papa tau karena sempat sangat heboh kasusnya diantara para pembisnis" jelas Papa kemudian menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
Kini giliran aku yang mengangguk, "Berarti Pak Wisnu kecelakaan kemungkinan besar bukan murni kecelakaan?".
"Banyak yang berspekulasi seperti itu. Tapi Papa gak mau terlalu ikut campur, kejadiannya juga sudah lama." ucap Papa.
"Ada masalah apa sih tumben kamu sampai tanya-tanya begini? Mama kepo loh" tanya Mama lagi.
"Tunggu sebentar Mah" aku segera berdiri dan mengambil salad buah yang sudah aku buat sendiri di kulkas dan kembali ke ruang makan, aku menatap Mama.
"Jadi?" Tanya Mama.
"Aku ketemu anaknya" ucapku sembari menyuap salad buah, ngomong-ngomong aku sudah selesai makan nasi gorengnya, memang hanya sedikit hanya dua suap makan saja.
Mama terlihat kaget, "Kok bisa?" Tanya Mama.
"Mama waktu nganter aku ke halte, liat anak yang bawa-bawa kotak semir ga?" Tanyaku.
"Mama gak liat jelas, tapi jangan bilang dia anak almarhum Wisnu?" Tanya Mama.
Aku mengangguk mengiyakan "Kata Papa Pak Wisnu pembisnis sukses, tapi kenapa anaknya bisa sampai jadi penyemir sepatu?" Tanyaku heran.
"Tunggu-tunggu, Bukannya bisnis keluarga Baraja masih ada sampai sekarang ya Pah?" Tanya Mama ke Papa.
"Setau Papa bisnisnya masih ada, tapi Papa gak tau siapa yang pegang" jelas Papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Sun || Kamu Matahari Ku
Fiksi RemajaIni cerita tentang seorang gadis yang sangat tak acuh dengan keadaan yang ada di sekitarnya, bahkan dirinya sendiri pun ia tak acuh. Ia sangat tidak suka bila kehidupannya diusik, walau hanya sedikit saja. Ia adalah gadis yang sangat menyukai keten...
