2. xzaveryz.

49 25 1
                                    

"Sahabat adalah salah satu spesies manusia gila, tapi berperan sangat besar dalam hidup kita."



Kring kring kring..

Akhirnya, surga para siswa-siswi SMA Xavier sudah datang. Bel pulang sekolah. Seluruh murid segera berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah mereka masing-masing.

"Gue duluan ya, Kenen udah nungguin gue di parkiran,"

"Lah? Lo kan tadi bareng Xay," Aurell heran dengan Hilary. Kesekolah bersama Xay, tapi pulang dengan Kenen.

"Katanya dia mau nganterin pacarnya, jadi dia gak bisa anterin gue." Akhirnya perasaan heran dari aurell terjawab oleh Hilary.

"Oh, oke"

"Yaudah gue duluan ya," Pamit Hilary.

"Iya," Jawab Aurell dan Elina secara bersamaan.

"Tadi Kenen yang nanya itu, sekrang Aurell sama Elina," batin Hilary sambil geleng-geleng kepala.



"KEN!"

Sontak sang pemilik nama tekejut mendapat teriakan seperti itu.

"Gak usah teriak bisa gak sih!?" Kesal Kenen pada kembarnya.

"Yakan tadi masih jauh, jadi kalo gak teriak, lo gak bisa denger," Hilary hanya menampilkan cengirannya tanpa dosa.

"Yaudah buru."

"Sih! Kayak orang penting aja lo, buru-buru," Cibir Hilary. Setelah mereka naik, mobil yang berisikan dua kembar tersebut mulai berjalan meninggalkan sekolah.

"Emang. Gue ada kumpul bareng anak Xzaveryz, secara kan gue wakilnya," Ujar Kenen membanggakan dirinya dengan nada sombong.

XZAVERYZ. Mereka hanya beranggotakan empat orang. Mereka bukan geng motor ugal-ugalan. Bukan juga geng buat tawuran. Mereka adalah XZAVERYZ. Sang raja jalan dalam kategori mobil-mobilan.

Bagi mereka, markas mereka adalah rumah kedua, dan sirkuit adalah rumah ketiga mereka. Jalanan bagi mereka adalah segalanya. Jika tidak ada jalanan, mobil mereka tidak ada gunanya.

"Ikut!" Seru Hilary gembira.

"Gak!" Larang Kenen.

"Lah? Kenapa gak boleh?" Tanya Hilary meminta penjelasan karena tidak dibolehkan ikut. Biasanya, mereka tidak pernah melarang Hilary ikut jika mereka sedang berkumpul.

"Gak usah deh. Males gue bawa adek laknat kayak lo," Ujar Kenen tanpa dosa.

Entahlah. Mungkin sudah menjadi tradisi turun-temurun kalau kakak beradik tidak pernah akur.

"Ken," Panggil Hilary.

"Ha?"

"Kamar lo gak ada kaca?" Tanya Hilary yang dibuat-buat menyerupai orang serius.

"Ada," Jawab Kenen santai.

"YAUDAH NGACA BEGO! LO SENDIRI LAKNAT!" Teriak Hilary tidak santai.

Kenen terkejut. Dia menatap sinis pada Hilary. Yang di tatap hanya kembali bersuara. "Pake ngatain gue lagi," Cibir Hilary.

"Diem lo!" Kesal Kenen.

"Gak!"

"Yaudah. Gak gue bawa ikut kumpul," Ancam Kenen.

Hilary hanya memayunkan bibirnya kesal. "Iya iya,"

Seketika hening.

Sampai Hilary bersuara kembali.

HILERI [hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang