Akhirnya, Junno dan Jenna tertidur lelap. Y/n memindahkan Jenna kekasur dan mengganjal kepala Jenna dengan bantal. Y/n tersenyum melihat Anak-anaknya itu.
Y/n mencium kening kedua anaknya itu, "tidur yang nyenyak ya, anak Mama."
Cklek...
"Y/n? Jen..--" Renjun memasuki kamar, dia mendadak bisu karena kedua anaknya sedang tertidur lelap. Takut anaknya terbangun karenanya.
"Apa?" Tanya Y/n, pelan.
Renjun melambaikan tangannya, menyuruh Y/n kesana. Y/n mengangguk, lalu berjalan kearah Renjun.
"Apa sih, Jun!! Udah ah! Aku mau ke meja makan!" Y/n memalingkan pandangannya, pipinya merah. Bisa-bisanya renjun melakukan itu.
"Siapa sih yang ngajarin Renjun suka nyosor?!" Batin Y/n.
Y/n duduk di kursi yang ada di ruang makan. Renjun sudah menyiapi Y/n makanan lebih dulu. Dari tadi Renjun menatap Y/n terus-terusan. Tentu saja itu membuat Y/n risih.
"Kenapa liatin aku mulu?" Y/n bingung.
"Abisnya, kamu cantik."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"A-apa sihh!" Y/n menutup wajahnya dengan tangannya. Dia malu.
"Dih, malu." Renjun mencubit pipi Y/n lalu tertawa.
"Jangan liatin!"
"Iya deh, iyaa."
---
"Y/n~" Renjun memeluk Y/n yang sedang asik bermain Hp.
"Ihh! Sana jangan deket-deket!" Y/n mendorong Renjun.