Happy reading
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Ini merupakan kesempatan pertama dan terakhir bagi Jeno agar dia bisa berakting di film yang sama role modelnya, Na Jaemin. Jadi, Jeno harus terus-menerus menyadarkan diri bahwa audisi ini sangat penting dan tidak boleh mengacaukannya.
"Cepat masuk, bodoh. Audisinya akan segera dimulai!" protes peserta audisi lainnya pada Jeno.
Jeno mendelik tajam pada orang itu. Memang sih, tadi dia berdiri tepat di depan pintu kaca ruang audisi untuk melihat Na Jaemin yang sedang berbincang-bincang bersama para juri lainnya, tapi kan orang itu bisa memintanya baik-baik. Tidak perlu menyebutnya bodoh seperti itu.
Namun, Jeno tidak ingin memperpanjang masalah, jadi dia segera menyingkir dari hadapan orang menyebalkan itu dan membiarkan tiga kandidat lainnya berjalan terlebih dahulu.
Begitu masuk ruang audisi, Jaemin dan juri lain yang terdiri atas penulis Naskah, yaitu Kim Jungwoo dan sang sutradara, Qian Kun sudah berdiri untuk menyambut mereka semua.
Satu-persatu dari mereka berjabat tangan dengan para juri dan mereka saling menyapa. Namun, sepertinya Jaemin masih belum menyadari keberadaan Jeno, karena lelaki itu memang tertutupi oleh badan kandidat lainnya.
Ketika jaraknya dengan Jaemin sudah semakin dekat, lelaki tersebut akhirnya beradu pandang dengan sang idola yang tentu saja membuat dia segera melayangkan senyum.
"Halo, Jaemin-ssi," sapa Jeno dan menjabat tangan Jaemin.
Sepertinya Jaemin masih terkejut atas keberadaan dirinya.
"Jeno-ssi. Aku tidak tahu bahwa kau akan berada di sini!" ucapnya.
"Hahaha.. Ya begitulah, ini terjadi begitu saja." balas Jeno dengan canggung.
"I'm already looking forward to the audition. So, good luck, Jeno-ssi."
Jeno hanya tersenyum membalasnya, kemudian menatap tangan mereka berdua yang masih belum terlepas. Dia berucap dalam hati bahwa dia tidak akan mengecewakan Jaemin.
"Senang sekali rasanya melihat kalian semua hadir. Terimakasih banyak karena sudah tertarik untuk bergabung dalam film ini. Seperti yang sudah diberitahukan, Blue Youth adalah sebuah film yang mengandung unsur homoseksual. Jadi, dengan pemberitahuan tersebut, saya percaya kalian sudah memikirkannya baik-baik sebelum memutuskan untuk datang ke audisi ini. Saya juga yakin kalian semua sudah mengenal Na Jaemin. Dia akan menjadi partner kalian dalam film ini. Itu artinya, chemistry antara kalian berdua menjadi faktor utama dalam penilaian kami. Oleh karena itulah kami mengundangnya untuk menjadi juri. Jadi, lakukanlah yang terbaik!" ucap sutradara Qian panjang lebar sebelum memulai audisi.
"Baiklah, mari kita mulai dengan Hwang Hyunjin-ssi dan adegan yang sudah kau siapkan," lanjutnya.
Audisi akhirnya dimulai. Jeno yang mendapat urutan terakhir tentu saja merasa kegugupannya semakin bertambah. Bahkan, dia tidak mengira bahwa semua peserta jauh lebih baik dari yang dia bayangkan. Jeno benar-benar berharap dia tidak melakukan kesalahan.
"Kandidat terakhir adalah Lee Jeno-ssi. Silahkan," panggil Jungwoo.
Jeno menelan ludah dan berjalan ke hadapan para juri.
"Annyeonghaseyo," ucapnya.
"Jeno-ssi sebenarnya adalah seorang model, kan?" tanya Jungwoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind The Scenes [NOMIN]
Fiksi Penggemar[REMAKE] Mulanya Lee Jeno hanyalah seorang siswa SMA biasa. Namun, kehidupannya berubah drastis semenjak ia mengenal Na Jaemin, seorang aktor ternama dari Korea Selatan. Lee Jeno akhirnya menjalani kehidupan sebagai fanboy Jaemin. Bahkan, dia memutu...
![Behind The Scenes [NOMIN]](https://img.wattpad.com/cover/231007475-64-k577135.jpg)