Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

2. PERKARA BOLA BASKET

539 35 0
                                        

1. Perkara Bola Basket.

"Spesies cewek unik yang pernah gue temuin." -Deven Christiandi.

****

Hari ini tidak secerah dari hari-hari kemarin. Cuaca saat ini sedang tidak bersahabat, enak nya sih rebahan atau gak makan mie rebus sambil nonton drakor.

Oh iya, Hari ini juga adalah hari terakhir siswa siswi kelas 10 melaksanakan masa orientasi sekolah dan akan menjadi siswa siswi resmi SMA Rajawali.

Anneth, gadis keturunan Medan - Manado ini baru saja sampai di depan lobby sekolah nya.

"Non Anneth, mau pake payung gak?" Tanya supir pribadi nya, mang Idin.

"Gak usah deh mang, lagian juga cuman gerimis." Jawab Anneth yang menyampirkan tas ransel nya di pundak sebelah kanan.

"Telur ayam nya awas ketinggalan, non." Ucap mang Idin memperingatkan Anneth.

Anneth menepuk jidat nya pelan, "Oh iya hampir aja lupa." Dengan segera gadis dengan gaya rambut ekor kuda ini mengambil kotak berwarna hitam di bawah jok mobil, dekat dengan kaki nya.

"Makasih, Mang." Kata Anneth sebelum ia benar-benar turun dari mobil nya.

brak!!

Setelah menutup pintu mobil, Anneth berlari kecil menuju koridor utama. Dengan tangan kanan yang menutup bagian atas kepala nya dan tangan kiri nya yang memegang kotak hitam.

"Huft...untung gak kepeleset." Gumam nya, pasal nya saat hendak lari tadi Anneth sempat hampir tergelincir. Untungnya gadis ini bisa mengimbangi berat tubuh nya.

pluk!!

Sebuah bola basket mendarat mulus di tangan Anneth. Sehingga membuat kotak yang ada di tangan Anneth menjadi terjatuh.

"Aduhh!" Kata Anneth panik. Dengan segera ia mengambil dan membuka kotak tersebut. "Yahh pecah." Ucapnya kecewa.

"Eh, eh. Eum, dek." Panggil lelaki bermata sipit itu, Wiliam namanya.

Anneth menatap empat lelaki yang berada di hadapannya. "Kalian yang lempar bola basket nya?" Tanya Anneth yang memandang keempat lelaki itu secara bergantian.

Lelaki bertubuh gempal itu menggelengkan kepala nya, "Bukan. Bukan. Gue gak ikutan." Jawab Gogo cepat.

Salah satu dari mereka menyenggol lengan lelaki yang berpipi chubby, bulet, seperti klepon.

"Kok gue?" Tanya lelaki yang tidak memakai name tag di seragam nya itu.

"ck! Yakan elu tadi yang lempar." Bisik lelaki yang berambut ikal, terlihat dari badge name nya ia bernama Friden.

"Jawab! Siapa yang lempar?!" Tanya Anneth dengan nada suara yang naik satu oktaf.

"Gue." Jawab lelaki yang pipi seperti klepon itu dengan santai.

Muka Anneth memerah karena emosi nya telah memuncak. "Kamu tau gak sih? Main basket itu di lapangan! Bukan di koridor. Kalo di koridor bisa kena orang kan jadi bahaya!"

"Wah, siapa lo? Berani nya nyeramahin gue. Lo mau ustadzah hah?!"

Friden memegang bahu lelaki itu, "Dia cewek Dep, kontrol emosi." Bisik nya. Tetapi itu masih bisa terdengar oleh Anneth.

"Kalo iya emang kenapa?!" Tantang Anneth. Sungguh, Anneth bukanlah cewek pemberani seperti kalian bayangkan. Sebenarnya Anneth diselimuti rasa takut dihati nya, ia tak pernah berbicara setinggi seperti ini.

DEVEN ANNETHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang