MARLIUS (part 3)

7 1 0
                                    

Menjadi Pelatih Marlius (Qwertya)

Keesokannya tepat di pagi hari, Indra meminta Izin kepada dosennya serta kepada P. Gantra untuk tidak masuk karena ada kempentingan keluarga (alasan Indra).

Kerena kejadian semalam, Indra mendadak memberitahu kepada orang tuannya kekuatan dari Elang itu (martis),

Hendra mengantarkan anaknya ketempat perbukit yang tidak berpenghuni di Bukit Kapur Sekapuk, Gresik (ini cuman cerita fiksi) untuk membiasakan kekuatan yang baru dimilikinya serta meningkatkan kekerabatan antara Indra dan Martis.

Sesampainya di sana Indra terkejut karena tempat latihannya adalah tempat favoritnya sejak kecil. Tak hanya itu Martis juga terbang ke atas untuk menyesuiakan diri serta mengamati sekitar ada bahaya atau tidak.

Dialog
Indra : "(masih di dalam mobil menuju tempat tujuan)  yah! kita mau kemana?"

Hendra : "(merahasiakan nya) tempat yg kau sudah tahu. Omong² di mana merpati mu atau Zastar mu itu"

Indra : "oh dia terbang di atas kita"

Hendra : "(heran) kenapa kau bisa tau kalau dia terbang di atas kita"

Indra : "aku sekarang bisa bertelepati dengannya, karena dia memilihku. Itu tanda kalau sudah menjadi hanzar ayah. "

Hendra : "(dengan bangga)  bagus kita di sana akan melatih kekuatan mu dan keakraban mu dengan nya. "

Indra : "(beberapa saat kemudia) yah ini kan jalan ke bukit kapur, ini kan tempat favoritku. jadi tempat latihan ku di sana. "

Hendra : "tepat dan sangat betul, nak? "

Indra : "(berlelepati dengan Martis) Mar, terbanglah dulu ke sana, awasi ada orang dan ancaman sebagainya ada atau tidak."

Martis : " wah kau mulai memerintahku ya (dengan rasa senang), baiklah Hanzar baru. "
---------------
Sesampainya di tempat tujuan mereka keluar dari mobil untuk melihat tempat latihannya yaitu bukit kapur.

Tak lama melihat-lihat sekitar, Hendra melihat burung merpati yaitu Martis terbang ke arah anaknya dan hinggap di pundaknya serta Hendra melihat Martis merubah dirinya yg semula yaitu seekor elang/Zastar.

Hendra pun menyuruh anaknya yaitu Indra untuk memulai latihan dengan ikut merubah dirinya.

Menuruti kata ayahnya Indra pun berubah dirinya ke wujud Marlius, betapa kagum-nya Hendra karena melihat 2×-nya Indra merubah dirinya menjadi seorang Pahlawan (yg dipikirkan Hendra).

Pelatihan pun dimulai di awali dari kekuatan otot, Indra memulai dengan memukul satu kali bukit kapur besar di depannya dan menghasilkan retakkan besar kemudian hancur.

Selanjutnya melatih ketajaman mata Indra dapat melihat seekor lalat di jaraknya yg teramat jauh yaitu 10 km disekitarnya.

Selanjutnya ketahanan tubuh di dapat menahan nafasnya di dalam air hingga 2 jam lebih.

Selanjutnya yg paling pasti ada melatih kekuatan sayapnya di saat di mengibaskan sayap nya ke depan menghasilkan pusaran angin yang sangat kuat hingga dapat menerbang kan batu kapur besar dari bukit kapur yang di hancur kan Indra dengan pukulannya tadi dan sayapnya juga bisa menjadi pelindung karena dapat menangkis berbagai serangan.

Yang terakhir adalah terbang itu adalah paling sulit di latih menurut Indra karena ketakutan-nya dengan ketinggian dan susah nya untuk mengontrol kepakan sayapnya.

MARLIUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang