Caffe Latte ala-ala

623 23 0
                                    

-Taufik's Pov-

Adzan subuh sudah berkumandang di masjid komplek. Alarm pun bunyi pukul 05.05WIB namun selalu di snooze sama yang punya HP, maklum mungkin yang punya HP masih capek.
2 orang pemuda masih tertidur pulas diruang tamu di sebuah kamar kos di komplek daerah Sunter. Akhirnya setelah 30 Menit berlalu, Alarm dari HP yang selalu di snooze benar-benar dimatikan.

Aku bangun pukul 05.35 pagi, kulihat orang disebalah ku masih tertidur pulas, tak tergubris dengan bunyi Alarm HP ku yang mengeluarkan suara bising. "Duh mas Tria masih pulas tertidur, mungkin capek kali dia kemarin seharian ngojek sampai kehujanan. Tapi kalo dilihat-lihat mas Tria manis juga ya, garis rahangnya tegas terpahat sempurna, alis tebal, bibirnya tipis, hidung kecil dan mancung. Ada kumis tipis dibawah hidung dan cambang di rahangnya menyambung ke bagian janggut namun tidak terlalu tipis dan juga tidak terlalu tebal. Andaikan aku punya partner seperti ini dikosku, perasaanku pasti senang sekali. Dia tidur terlentang dengan tangan disilangkan diatas bantal di bawah kepalanya. Bulu halus di pangkal lengan seketika ada yang mengintip ingin keluar, otot biceps nya yang tidak terlalu besar namun nampak jelas tangguh terpahat. Aroma tubuhnya pun khas laki-laki pekerja" Duh apa sih yang Aku fikirkan. "Tapi sepertinya mas Tria straight, nggak mungkin lah dia jadi partnerku" fikir ku.

Setelah bangun dari tidur dan duduk sambil memikirkan Mas tria yang ada disebelah ku, aku langsung bergegas ke kamar ku mengambil handuk dan melanjutkan ke kamar mandi. Aku mandi dan mempersiapkan diri untuk kembali beraktifitas.
Jam 6.15WIB aku sudah rapi, aku keluar kamar dan melihat mas Tria yang masih tidur pulas yang sekarang posisinya berubah menjadi tengkurap. Aku senyum memperhatikan mas Tria, sebelum aku mendekat dan membangunkan nya dari tidur pulas nya.

"Mas Tria bangun sudah pagi mas kita harus beraktifitas kembali" Aku yang membangunkan mas Tria dengan suara yang agak keras.

"Mmmmhhh...." balas mas Tria yang cuma merespon dengan suara berat.

"Iya mas sudah pagi, ayo bangun siap-siap beraktifitas" ajakku dengan suara yang lebih keras.

Akhirnya mas Tria membuka mata dan duduk.

"Sana mas kebelakang dulu siap-siap saya mau bereskan tempat tidur nya" Perintah ku kepada mas Tria yang masih duduk dengan tatapan masih kosong.

Tak lama mas Tria jalan kebelakang. Dan masuk ke kamar mandi. Aku langsung saja merapihkan tempat tidur yang semalam habis kita pakai untuk beristirahat.
Setelah merapihkan tempat tidur aku langsung jalan kebelakang dekat kamar mandi untuk membuat sarapan di dapur yang seadanya. Untung di kulkas ada sisa beberapa roti tawar dan ada daging ham dan telur, langsung saja aku buat roti sandwich karena ku tahu proses membuatnya tidak akan memakan waktu lama.

Disela aku sedang memasak tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan muncul suara yang mengagetkan ku yang sedang memasak roti sandwich simple.

"Mas taufik saya boleh minta tolong?" Tanya mas Tria yang sukses membuat aku menoleh dan kaget. Bagaimana tidak dia shirtless rambut dan badannya masih basah, badannya terpahat indah terlihat masculine, dia menutupi badannya sebagian dibalik pintu kamar mandi karena aku tau dia sedang tidak memakai sehelai benang pun.

"Hallo, mas... mas taufik? Kok malah bengong?" Timpal mas Tria kembali, sambil mengayun-ayunkan tangannya karah ku. Aku semakin bengong melihat dada nya yang bidang, bersih dengan nipple yang sangat pas warna dan bentuk nya berada disana menghiasi dadanya.

"Mas!" Suara mas Tria berhasil menggagetkan ku dari pikiran yang mulai tidak karuan.

"Eh, iya mas. Ada apa? Mau minta tolong apa?" Balasku yang kikuk seperti habis ketahuan mencuri.

"Mikirin apa sih?" tanya mas Tria yang sepertinya tau kalau aku bengong melihat tubuh nya. "Saya mau minta tolong ambilkan handuk yang semalem buat ngeringin saya sehabis kehujanan semalem, ada di teras handuk nya di bangku dekat jacket. Tolong ya mas taufik saya lupa bawa" Pinta nya.

"Oh ndak mas, kaget aja aku" jawab ku nggak tau sebenarnya mau jawab apa.
"Iya mas sebentar aku ambilkan" aku langsung bergegas lari ke arah teras untuk mengambilkannya handuk, dan berlalri kembali ke arah belakang.
"Nih mas handuknya, nanti langsung taruh di keranjang baju kotor saja di dalam kamar mandi" pinta ku sambil menyodorkan handuk ke mas Tria.

"Makasih banyak mas Taufik" jawabnya singkat.

Mas Tria kembali kedalam kamar mandi, akupun kembali memasak sandwich yang sebentar lagi jadi.

Sandwich sudah jadi ada dua porsi untuk ku dan mas Tria. Kopi pun sudah aku siapkan aku bikin kopi hitam classic yang tidak ada gumpalan mengendap dibagian bawah nya. Lalu aku tambahkan freshmilk, jadi seperti caffe latte ala kadarnya.
Langsung saja aku bawa ke ruang depan. Sambil menunggu mas Tria selesai. Dan gak lama mas tria selesai dari kamar mandi, masih mengenakan pakaian yang dia pakai waktu tidur. Celana Ripped Jeans dibagian dengkul dan kaos oblong hitam. Namun dengan wajah yang bersinar, fresh dan rambut basah yang sudah di sisir rapih. "Duh mas makhluk apa kamu ini sangat gagah dan rupawan" pikir mulai aneh lagi memikirkan mas Tria yang bukan-bukan.

"Gimana tidur nya? Pulas?" Tanya ku ke mas Tria sekedar basa basi, karena ku tau dia pasti sangat pulas. Orang tadi aku bangun tidur sebelum mandi memperhatikannya.

"Aduh pules banget mas"

"Ya Sudah nih sarapan dulu" aku menawarkan roti sandwich dan Caffe latte kepada mas Tria.

"Aduh repot repot segala mas saya hutang budi ke mas Taufik banyak banget, gimana balesnya ini nanti?" Jelas mas Tria.

"Gk ada yang perlu dibales mas, saya ikhlas kok. Kaya semalem mas ikhlas nerima orderan perjalan saya dari kantor kerumah" jawabku, memang sebelumnya aku sampai order ojek online 5 kali namun selalu di cancel sama pengemudi-pengemudi sebelumnya. Mereka berkilah kalau jaraknya terlalu jauh, dan akan turun hujan, dan masih banyak alasan yang lainnya.

"Makasih ya mas taufik, sudah mau saya repot kan. Semoga pekerjaan mas taufik hari ini lancar" Mas Tria berterimakasih untuk yang kesekian kalinya.

Akhirnya kita selesai sarapan, mas Tria memaksa buat mencuci piring. Padahal aku jelas sudah melarangnya tapi dia sudah memaksa ya sudahlah. Aku gak mau berdebat cuma buat hal sepele.

Akhirnya kita semua sudah siap buat meninggalkan kos dan bersiap untuk berkatifitas masing-masing. Mas tria menyalakan motornya diluar pekarangan rumah kos yang aku tempati, dan aku sedang mengunci pintu kamar kos ku, lalu berjalan kedepan dan menggembok gerbang rumah kos. Oh iya 2 tetangga kos ku yang lain itu mereka masing-masing anak kuliahan. Jadi lingkungan tempat kos ku sangat jauh dari kata bising.

Akhirnya momen dimana yang sebenarnya aku tidak mau hadapi harus terjadi aku berpamitan sama mas Tria.

"Akhirnya mas, ya sudah sampai jumpa lagi ya mas, selamat beraktifitas. Semoga mas selalu dilancarkan semua urusannya. Tetap selalu patuhi segala rambu lalu lintas ya" ucap ku kepada mas Tria, yang memerhatikan ku dengan kening yang dikerutkan ke tengah seperti orang heran.

"Sering nain-main ya mas kesini, saya bakal welcome sama mas Tria kok kalo saya lagi ada di kos" Tambahku ke mas Tria, karena sebenarnya aku ndak pengen dia pergi dan takkan kembali lagi.

"Hahahaha.." Tawa keluar dari mulut Mas Tria. Kini aku yang balik heran kepada dia.

"Kamu ngomong apasih?? Hahaha..." tambahnya masih sambil tertawa geli

My One & Only TransporterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang