Minggu, 2 Agustus 2020
03.10 WIB
Aku bukan terbangun
Nyatanya aku belum juga tidur
Sesekali menemukan diriku melamun
Tanpa diminta ingatanku bergerak mundur
Tentang perkenalan singkat
Lewat jaringan internasional
Berbasis media sosial
Bermodalkan sebuah perangkat
Menjaga lini pertahanan agar tetap rapat
Tak memberikan kesempatan lawan mengobrak-abrik
Membuat para penonton menjerit berisik
Itulah keahlianmu yang kulihat
Saat itu jarak memisahkan
Tak peduli mata yang ingin bertatap
Tak peduli kata yang ingin terucap
Pertemuan yang semestapun tak mengizinkan
Untuk kedua kalinya jarak membentang
Kini tersisa satu sebagai jembatan
Satu-satunya jalan adalah kematian
Tapi tak mungkin juga takdir aku tentang
Selama ini aku berbohong
Membodohi banyak orang dengan omong kosong
Nyatanya air mata ini akan tetap ada
Tak peduli seberapa lama dan sampai kapan jua
Untukmu yang jauh disana
Tenanglah karena aku baik-baik saja
Entah denganmu ataupun tanpamu
Cukup menangis menjadi kebisaanku
-kh
Rabu, 5 Agustus 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Bumaga i Ruchka
PoésieUntuk Para Penikmat Kata Kata yang tak pernah bisa terucap Menjelma menjadi kumpulan kalimat
