Hujan riuh, hatiku tidak.
Teh yang kuseduh hangat, hatiku tidak.
Keduanya menghalangiku dari mendapatkan setidaknya siluet-mu dulu.Aku sudah terlarut,
Bukan pada nikmatnya Hujan ataupun wanginya teh melati.
Melainkan gelombang perasaan ini.
Semakin hari-semakin menjalar.Sangat otoriter, memonopoli ragaku.
Hingga inginku, hanya kamu.-Manusia Dingin-

KAMU SEDANG MEMBACA
Aksara dari sudut jendela
Romancemenyudutlah, ada kisah yang perlu diperdengarkan. Cover by : @fitrialjazera_