[ On prosses ]
"Gue suka sama lo, apalagi tubuh lo hahaha! "
Bukan kisah cinta sebenarnya, namun merupakan sebuah keaadan dan takdir yang mengharuskan serta memaksakan mereka hidup bersama. Serigala berbulu domba , manis di luar namun keji di dala...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian satu ( Apa itu! )
Terik sinar matahari sudah mulai condong ke barat, karena ini sudah pukul setengah empat sore. Mungkin sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.
Satu jam sudah Lisa berada disini. Untuk menjalani hukuman. Ini karena Yeji. Lisa tadi terkejud ketika Yeji mengatakan dia-- dengan Hyunjin. Padahal jelas jelas mereka baru dekat 1 minggu yang lalu. Dan sekarang sudah semakin dekat, pasti besok/lusa sudah resmi.
Yeji tidak seperti Lisa yang mager kalau disuruh pacaran. Ia kalau sudah suka langsung dipepet. Tidak menunggu si lelaki dahulu , berbeda jauh dengan Lisa. Masih menunggu si 'dia'
Tettt tettt
Bel pulang sekolah membuat Lisa bernafas lega.
"Beuh untung masih idup."
Lisa duduk dipinggir lapangan, menunggu semuanya bubar lalu baru mengambil tas nya.
______
Lisa berjalan terkekeh menuju ruang kelasnya, sudah jarang ada orang . Mungkin hanya guru piket dan kakak kelas yang mau apel.
Lisa masuk ke kelas dan..
"Eh kampret darah apaan ini." Lisa terkejut ketika melihat ceceran darah di meja paling depan.
"Darah cicak, gue mutilasi. Kan dapet pahala. " suara berat seorang pria membuat Lisa tambah kaget.
"Hah apa cih dasar psikopat hewan! "
Lisa meneriaki pria berhoodie tadi, Jungkook. Namun karena melihat Jungkook telah pergi Lisa kembali ke tujuan awalnya yaitu mengambil tas.
***
6:15 pm.
"Sial, masih belum nyampe juga lagi."
Lisa mendengus kesal sekaligus kecapekan ketika langkah kakinya mulai memberat. Hari ini seharusnya ia diantar Yeji namun apalah? Cih
Hari sudah gelap dan jalanan mulai sepi biasa nya jam segini orang orang sudah menikmati waktu luangnya. Berbeda dengan Lisa masih harus berjuang menuju rumah kontrakannya, nasib orang tidak punya uang.
"Huft andai ada malaikat yang mau nolong gue."
"Hai nona! " kehadiran sosok aneh dibelakang Lisa membuat jantungnya berdegup dua kali lebih kencang.