part 4

19 1 1
                                        

Cinta#

Aku pun mengerutkan alisku. Dan mulai mendengar apa perkataannya. Sambil mobil ini lanjut berjalan.

"Tadi aku ditanya salah satu dari mereka. Kamu mau pergi ke bukit ### itu kan?"
"Bukit apa?" Tanyaku sekali lagi
"Ini jalan satu-satu nya menuju bukit itu. Dan memang jarang ada yang tau tentang bukit ini. Kecuali penduduk asli disekitar sini. Ngapain 10 orang lebih menuju bukit ini?" Tanya nya balik.

Aku yang sedikit percaya dengan pak sopir ini, mulai menjelaskan.

"Katanya diatas bukit ada villa. Dan yang menyewa villa tersebut adalah temennya pacarku" aku bilang terus terang
"Kamu masih muda, aku tidak menyarankan kamu kesana"
"Tapi pacarku disana" elakku

Dia diam, sekilas aku melihat wajahnya dikaca mobil. Dia memang khawatir dan sedang memikirkan sesuatu.

Aku melihat kanan dan kiri samping mobil. Kita memang sudah memasuki jalan hutan. Dan jalan yang sangat pas untuk mobil.

Aku membuka data ponselku lagi. Dan sinyalnya mulai hilang.

"Sebentar lagi kita akan tiba didaerah yang ga ada sinyal, Beberapa menit lagi. Dan untuk sampai ke ojek nya tinggal setengah jam lagi" jelasnya

Aku mengaktifkan data ponsel ku. Dan sinyal nya masih satu. Aku mencoba telepon ace.

"Halo" jawabnya
"Halo Ac....."

Belum sempat berbicara, sinyal nya sudah hilang.

"Ahh, sial" umpatku

_______xxxxx____xxxxxxxxxxx

Flashback*on#ace

09.00

Aku berhenti disebuah rumah makan yang menyediakan berbagai camilan. Aku keluar dari mobil dan melihat teman-teman sudah memenuhi toko tersebut. Aku hanya tersenyum tipis melihat hal itu. Dan tak beberapa lama kemudian aku melihat ada sebuah taksi dari arah yang sama dengan kita mulai berhenti.

Aku lihat yang lainnya pada asik bercanda ditoko. Sedangkan, rangga sedang membisikkan sesuatu kepada sopir yg membawa mobil kita tadi.

Sopir yang berusia hampir 30 tahun tersebut menatap kearahku yang menatapnya dengan penasaran.

Tak lama kemudian, sopir taksi tersebut keluar dari taksinya. Ternyata dia sendiri. Kukira ada yang diantarkan ke tempat tujuan yg sama seperti kami.

Rangga dengan cepat menyapa nya. Seperti biasa, dia memang seseorang yang ramah. Dia menanyakan dari mana dan mau kemana. Tapi ternyata dia menjawab kalau ketempat tujuan yang sama seperti kami.

Sopir taksi yang ditanyai tersebut sepertinya kaku untuk menjawab. Dia masuk dan mencari camilan juga.

Teman-temanku yang setengahnya sudah selesai. Aku yang belum mendapatkan apapun kini giliran ku yang beli.

Beberapa kali aku sering berhadapan dengan sopir taksi tersebut. Karena kita hampir mencari camilan yang sama. Aku lihat dia sudah selesai dulu. Dan sesampainya diluar dia terlihat berbincanh lagi dengan rangga. Sebenarnya aku ingin mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Tapi aku yang terakhir yang belum selesai dengan apa yang ku beli.

Tak berselang lama,
"Lu lama amat sih" panggil temanku dion
"Iya iya ini juga mau bayar, tadi setelah sampai anak-anak langsung keluar sampe gak muat ini toko. Ya aku nunggu diluar deh antri dulu" ucapku
"Oke-oke" jawabnya

Aku keluar dengan membawa camilan yang sudah kubeli.
'Biasanya cinta suka dengan camilan ini' ucapku dalam hati

Mobil yg lainnya sudah lebih dulu berjalan. Aku naik mobil yang sudah dihidupkan mesinnya. Dan mulai berjalan. Aku melihat ke arah taksi tadi dengan memincingkan mata.

Diketik tanggal: 11 september 2021

Salam

Chylla.

unknown 99Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang