Ngga usah sok jagoan,
Kita sama-sama tanah yang
Dikasih nyawa paham!!!
..
.
.
.
.[Budayakan vote, coment, dan follow]
Kantin terlihat sepi, hanya berisi para murid kelas Xl IPS 1, dipojok sana terdapat anak geng Shaquile yang tidak lengkap, hanya kurang Caca seorang karena pada dasarnya Caca beda kelas dengan Clara yang membuat cenderung dirinya lebih rajin.
Dimeja komplotan geng Shaquile, berisi banyak sekali kotak brownies yang sudah kosong, dan juga banyak lagi yang masih berisi.
Namun Clara menatapnya sudah tidak selera, dia sangat bosan tiap hari selalu memakan brownies. Sial!!!! ... Dia merindukan boci. Sebenarnya Clara bisa saja membeli sendiri, sayang ... Dia tidak tau yang jual dimana.
Clara berdecak ,"Bosen ... Dah lama ngga bikin onar."
Lord membulatkan matanya "bagus dong ... Berati lo udah berubah."
"Gue tobat bikin onar? Maaf belum waktunya" angkuh Clara.
"Gue tau ... Caranya biar kita buat onar" ucap Flora.
"Woy !!! Ciwek!! Ngga usah ngadi-ngadi lo. Halangin orang tobat aja." Kesal Lord pada Flora, sedangkan Flora hanya membalas dengan tatapan seakan tak mengenalinya.
"Bales dendam ke siska ... Dia yang udah rebut Gunawan" ide Flora.
"Ngga ... Sama aja gue jadi anak buah lo buat bales dendam" ketus Clara, disisinya Lord memberi tatapan mengejek, karena Flora tak mampu merasuki otak Clara.
"Lumayan loh Ra ... Dia kan, anaknya Bu BK bisa jadi lo di liburin sebagai siswa terspesial" hasut Flora, Clara membulatkan matanya, 'bener juga ... Lumayan bisa tidur penuh 3 hari'
"Oke"Flora senyum penuh kemenangan, Lord geleng-geleng tak percaya. Sedangkan Cika dan Flores sangat mendukung, sisanya hanya sebagai penonton.
"Ra ... Ngga usah dengerin si ciwek ... Lo ngga takut? Entar Bu beri bakal marahin lo sampai 10 jam?" Tanya lord, tatapannya penuh harapan.
"Sama-sama tanah yang dikasih nyawa sama tuhan, kenapa harus takut?" Sinis Clara.
"Ra ... Jangan yah pliss!!" Mohon Lord.
"Oke-oke aja ... Asal kita jadian." Goda Clara, tersenyum sok manis.
Lord jengah ... Jadian lagi dan lagi yang dibahas, padahal sudah ditegaskan berapa kali 'kita sahabat' nyatanya hatinya sekuat baja. Sial!!
"Semerdeka lo aja" kesal Lord, memutar matanya malas.
Sepertinya para siswa lain sudah mulai istirahat, buktinya kantin sudah mulai berisi siswa yang berbondong-bondong.
Clara diam sesaat, geng Shaquile langsung menatap ke depan menunggu kedatangan Caca, tak lama kemudian Caca menampakan matanya. Semua menghela nafas pasrah.
Tatapan sengit menuju pada arah Caca yang menutup sebagian wajahnya dengan seperangkat buku tebal. Memalukan batin mereka secara bersamaan.
Caca duduk dengan canggung dihadapan Geng Shaquile, Caca risih dengan tatapan sengit mereka.
"Kenapa?" Tanya Caca.
"Apa perlu buku paket lo gue jual kiloan? Bosen gue liat lo kemana-mana nutupin muka pake buku" Sengit Tania.
"Jangan ... Kalo ngga ada buku, gue jalan malu." Caca menuduk seakan-akan memohon.
" Pengin malu-maluin kita? Anak geng ko punya sifat malu-malu. Lama-lama gue jual lo ke tukang rongsok!!" Sengit Cika lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Merkurius dan Uranus
Romance[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] -plagiat minggir. -ngga suka tinggal hapus. -budayakan vote dan coment. _JANGAN NGEHUJAT DOANG, KALO ASLINYA ZONK ATAU NGGA BISA BERKARYA_ _HARGAI ORANG BERKARYA, BUKAN NGEHUJAT DAN MEMBUAT ORANG LAIN TERPURUK!!!_ Ini adalah...