[Budayakan vote, coment, dan follow]
.
.
.
.
Happy reading 🖐️✔️
Terkadang manusia bingung,
Mana yang namanya nyaman,
Dan mana yang cinta, karena
Keduanya perbedaanya 11,12.[Jangan lupa coment di setiap baris]
Clara tergesa-gesa dalam mengendarai motornya, untung saja dia sudah ahli dalam membawa motor, jika tidak dapat dipastikan dia sudah menabrak truk berkali-kali.
Banyak pengendara lain yang geram dengan aksi ugal-ugalan Clara, banyak yang meneriakinya dengan hewan-hewan tak berdosa, namun Clara senak jidat menganggapnya angin lewat.
Setelah lama dia bertantang dengan maut, akhirnya dia sampai juga di tempat tujuan, Clara langsung masuk kedalam melihat keadaan.
"Ada masalah apa?" Tanya Clara langsung menjadi pusat perhatian.
Lord hanya memberikan petunjuk dengan ekor matanya, Clara menuruti petunjuk tersebut.
"Kenapa?"
"Putusin Gunawan" jawab Tania.
Clara benar-benar mengumpat hewan-hewan tak berdosa, dia sudah bertantang dengan maut, ehhh masalahnya malah diputusin. Brengsek!!
"Oh" singkat Clara kesal.
"Ngga usah nangis lebay, ambil tuh cowok gue semau Lo, stok gue banyak 40 orang, ambil 10 kalo mau" santai Clara duduk dikursi lainya.
"Clara!!! Pacar Lo 40, banyak bener??" Kaget Lord.
"Gue Clara Magdalena, bakal nerima cowo dengan syarat wajib punya pacar, kebetulan banyak yang nembak gue pas udah punya cewe ya udah gue terima aja" bau-bau sifat humoris akan keluar.
"Tapi jangan sebanyak itu dong, kasihan tu hati buat mainan masa!!" kesalnya.
"Maka dari itu, Lo wajib jadi pacar gue, setelah itu gue janji bakal putusin semua pacar gue" ucap Clara menaik turunkan alisnya berniat untuk menggoda Lord.
"Ngga mau, gue ngga mau jadi pacar Lo, kita sahabat akan selamanya jadi sahabat" Tolak Lord dengan kikuk.
Clara memutar matanya malas, penolakan ke 326, dengan alasan yang sama, tak tahu malu!!
"Salahkah apabila sahabat jadi cinta?" Tanya Clara.
"Ra ... Jangan mulai, gue udah ngomong berkali-kali kita akan tetap jadi sahabat, S-A-H-A-B-A-T." Perjelas Lord.
"Oppa, belajar mencintai gue plis, balas perasaan gue" pinta Clara, sudahlah sifat cool nya hilang entah kemana, lenyap begitu saja.
"Ra ... Perasaan Lo buat gue hanya sebatas nyaman, bukan cinta. Lo cuma merasa nyaman karena dari kecil kita selalu bersama"
Setetes air mata turun dengan cepat, dengan gesit Lord menghapus air mata tersebut.
"Sudahlah, intinya gue bakal tetap berjuang sampai dapetin Lo, walau penolakan 1000 kali, gue bakal berusaha. Belajar mencintai gue sebelum kehilangan membuat bercak penyesalan" Clara langsung merebahkan tubuhnya di kursi sofa tersebut, lalu meminjam paha Lord untuk dijadikan bantal.
Sedangkan Lord sama sekali tidak menolak, karena itu sudah hal biasa. Lord mengelus rambut panjang Clara yang tertimbun badanya sendiri.
"Apa pantas, perhatian mu kuanggap sebagai sahabat? Entah hatiku yang mudah lunak, entah hatimu yang sekeras batu." Sayangnya hanya bisa dikatakan dalam hati.
"Ra ... Gimana masalah gue? Beresin ayo cepet, gue ngga sabar Jambak rambut cewe barunya Gunawan." Rengek flora suaranya bindeng akibat dari menangis.
"Entahlah, urusin entar aja. Gue pusing gue mau tidur." Ucap Clara masih setia memejam matanya.
Sedangkan Flora mencebikan bibirnya kesal, "temen susah malah males bantu" gerutunya.
****
Hari sudah malam, namun Clara baru terbangun dari tidur siangnya ralat lebih tepatnya tidur sore.
Clara menetralkan rasa pusing dikepalanya, tatapanya berkunang-kunang, lalu ia menoleh kearah lord, kasihan dia tidur dengan posisi duduk.
"Oppa ...." Clara menepuk-nepuk pipinya yang tirus.
Lord menggelengkan kepala, lalu mengusap mukanya kasar, "Lo udah bangun?"
"Bisa lihat kan?" Cuek Clara.
"Anak-anak yang lain mana?" Tanya Clara.
"Pada pergi, kan udah malam" jawab Lord.
Clara melirik jam tangannya, shitt jam 10 malam, Clara mencium bau tubuhnya, mengecek bau atau tidak.
"Oh ... Masih wangi? Yaudah ngga usah mandi" monolognya.
"Woi burik!! Kaya gini Lo bilang wangi? Kecut bodong!!" Kesal Lord.
"Fiks!! Hidung Lo rusak, masih wangi Lo bilang kecut? Setres!!" Tak terima Clara.
"Kecut"
"Wangi"
"Kecut"
"Wangi"
"Kecut"
"Oke gue kecut ... Sekarang Lo harus mandiin gue, karena gue bau kecut" goda Clara, tersenyum smirik.
Kicep!!!
"Ehh ... Iya Lo masih wangi kok!! Ngga perlu mandi" jawab lord kikuk.
Clara tersenyum menang, lalu kembali rebahan kembali dalam pangkuan Lord, sang bantal pun menentang keras "bangun Lo!! Seenak jidat bantalan paha gue!! Ntar paha gue tambah tirus"
Clara tertawa keras "paha tirus ngga usah sok keras!!"
"Udah gue ngga suka dipanggil tirus, gue berisi!! Cepet pulang ntar dicari burik lagi!!" Sungut Lord.
Clara langsung duduk, lalu menekek leher Lord "Lo manggil burik sekali lagi, Lo gue paketin balik ke Subang yah!!"
"Subang sama Bandung itu lumayan Deket, gue mampu balik lagi. Santai masih satu provinsi" Clara telak begitu saja, benar juga Bandung Subang itu lumayan dekat, lumayan jauh.
"Fiks!! Gue paketin ke Palung Mariana!!" Geram Clara.
"Sadis bener Lo!!! Kalo gue ilang, berati lo ngga punya sahabat sebaik gue dong!!" Goda lord.
"Mbuhlah!!" Clara mencebikan bibirnya kesal, lalu pergi keluar basecamp dan diikuti oleh Lord yang masih tertawa terbahak-bahak.
TBC.

KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Merkurius dan Uranus
Roman d'amour[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] -plagiat minggir. -ngga suka tinggal hapus. -budayakan vote dan coment. _JANGAN NGEHUJAT DOANG, KALO ASLINYA ZONK ATAU NGGA BISA BERKARYA_ _HARGAI ORANG BERKARYA, BUKAN NGEHUJAT DAN MEMBUAT ORANG LAIN TERPURUK!!!_ Ini adalah...