Keping 3 - Mesin Pencapit

923 113 2
                                        

~~~

Velan cepat-cepat keluar dari minimarket usai mendapatkan satu bungkus minyak goreng bervolume dua liter, permen karet rasa blueberry kesukaannya, dan es krim cokelat pesanan Jennie yang dibungkus menjadi satu tas kain bertuliskan nama minimarket kunjungan Velan. Dia lupa berat, harusnya tadi bawa tas sendiri dari rumah supaya lebih hemat. Bersiap saja nanti diomeli Tante Sukma yang pasti akan mengangkat berpuluh-puluh tas kain serupa sambil melotot dan berkata, "tas sebanyak ini terus mau diapain?"

Biar tidak merasa bersalah amat, terpaksa Velan membeli tas pengganti kantong plastik itu dengan uangnya sendiri. Untungnya masih ada sisa uang jajan sekolah pagi tadi. Memang tidak sampai tekor dan mengorek habis uangnya sih, tapi tetap saja rasanya sayang. Lebih baik uangnya ditabung untuk modal bisnis boneka kelinci impiannya.

Ngomong-ngomong soal boneka kelinci, tadi sebelum Velan berbelanja, dia menemukan mesin pencapit boneka di depan toko yang letaknya berdekatan dengan minimarket. Dia melengok, seketika tatapannya langsung jatuh pada boneka kelinci coklat yang posisinya terduduk miring. Rasanya dia ingin mencoba mendapatkan boneka kelinci berukuran mini yang ada dalam lapisan kaca itu. Pokoknya harus dapat. Velan optimis.

Sekarang saatnya, Velan berhenti tepat di depan mesin capit yang sedari tadi sudah tidak sabar ingin dia operasikan. Velan tersenyum semringah menatap boneka yang menjadi targetnya. Dia juga melihat boneka lain, tetapi hanya ada satu boneka kelinci dari sekian banyak. Jiwanya mendadak excited. Tatapannya hanya tertuju pada satu titik. "Hei, boneka kelinci yang imut! Kamu harus ikut Tuanmu ini, ya! Janji?!"

Velan bergerak mengambil koin dari dalam saku, lalu diarahkan ke lubang yang berada di sisi mesin. Jemari lentik Velan mulai mengatur gerak pencapit supaya tepat sasaran. "Tunggu bentar lagi yaaa, Tuanmu ini akan segera memeluk kamu!" soraknya tak tahu malu.

Pencapit turun perlahan setelah Velan menekan tombol merah. "Semoga dapat, semoga dapat, semoga dapat, semoga dapat," gumam gadis itu tanpa henti sambil menyatukan kedua telapak tangan di depan bibirnya yang berkomat-kamit.

Bahu Velan menurun drastis saat jemari pencapit hanya meraih udara. Boneka kelinci yang diinginkannya masih berada di antara boneka lain tanpa bergerak barang satu senti. Dia tahu memainkan mesin capit tidak semudah minta contekan kimia pada Olla, tapi entah mengapa ketika melihat boneka kelinci gemas yang seolah minta dielus-elus itu membuat semangatnya berapi-api. Meluapkan segala pikiran negatif. Anggap saja dia kerasukan atlet badminton yang medapat match point di depan mata.

"Jangan nyerah dulu, Velan! Baru aja pertama kali nyoba, masa udah nyerah? Ayo, lo pasti bisa! Coba lagi! Go Velan go!" gumamnya pada diri sendiri diselingi anggukan mantap. Untung saja di sekitar sana tidak ada siapa-siapa, sehingga Velan terhindar dari tatapan mengintimidasi orang lain yang kemungkinan besar menganggapnya tidak waras.

Velan mencoba sekali lagi, dan ya, gagal. Namun dia pantang menyerah tiap kali membayangkan kastil kerajaan boneka kelincinya akan kedatangan keluarga baru. Velan mencoba lagi dengan harap-harap cemas.  Pencapit itu sempat mengangkat boneka kelinci targetnya, akan tetapi terlebih dulu jatuh sebelum sampai ke lubang perantara.

Kobaran semangat Velan belum pernah sebesar ini, bahkan niatnya untuk mendapatkan nilai bagus dalam ujian saja kalah saing. Terdengar Velan menghela napas berat. Dia meraba sakunya, hanya tersisa satu koin. Sebenar-benarnya harapan terakhir. Velan menarik napas panjang, kemudian dihembuskan perlahan untuk menenangkan gejolak detak jantung.

Bersiap, kesempatan terakhir.

Dengan perasaan was-was dan dipenuhi tekad yang menggebu-gebu, jemari Velan mulai menari di atas pengontrol mesin pencapit itu. Menitikpusatkan fokus, sekaligus merapalkan doa-doa di dalam hati. "Enggak ada yang mustahil di dunia ini, selagi aku bisa fokus buat dapetin kamu boneka kelinci yang gemesin!"

[KASRA] VelandraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang