~~~
Suasana kantin utama SMA Angkasa Raya pada istirahat pertama pagi ini sangat ramai. Siswa-siswi berbondong memadati area, sampai meja-meja yang tersedia sepenuhnya telah terisi.
Ada segerombolan siswa yang sedang bercengkerama bertepatan di pusat area itu. Dekorasi dua meja dijadikan satu dengan lima kursi mengitari. Kelihatan paling mencolok di antara meja lain. Posisi itu digadang-gadang sakral dimana menjadi singgasana ice prince Kasra beserta prajurit-prajuritnya berkumpul.
Jika ada yang berani singgah selain mereka, maka siap-siap tamat. Paling parah sih akan menjadi santapan empuk seorang Galdo Geraldi, ice prince yang ditakuti oleh berbagai tingkatan kelas di Kasra. Tampang sangar dan tatapan tajamnya sudah menjadi makanan familiar murid-murid lain. Oke, dari segi ketampanan memang kadarnya di atas rata-rata, apalagi kesan bulenya yang begitu kental. Tapi tetap saja bagi sebagian orang, Galdo itu petaka.
Suatu kelangkaan apabila dalam satu minggu, kabar Galdo berantem tidak terdengar ke seluruh penjuru Kasra. Dia bahkan termasuk dalam jajaran orang ditakuti nomor dua, setelah kakak kelas yang kini telah menjadi alumni. Setelah kakak kelas itu hengkang, dialah yang menguasai tahta tertinggi.
Walau sering keluar masuk BK, Galdo tetap digandrungi banyak fans. Of course karena wajahnya yang tampan. Gadis-gadis Kasra berebut ingin menjadi kekasihnya setelah tahu kalau Galdo belum pernah berpacaran sama sekali. Semakin menjadi hal yang menarik bila menjadi orang pertama yang mampu mendapatkan hati cowok itu. Asal pertama, dicampakkan setelahnya pun tidak apa-apa.
Galdo menyandarkan punggungnya ke pilar kantin, kedua kakinya diselonjorkan di atas kursi panjang tanpa melepaskan tatapan dari layar ponsel. Di seberang meja, dua sahabatnya tengah asyik menikmati semangkuk bakso. Inilah alasan kenapa ada lima kursi yang mengitari meja mereka. Dua kursi diduduki masing-masing sahabat Galdo, lalu satu kursi untuk dirinya sendiri, dan sisanya menjadi penyangga ketika Galdo ingin menyelonjorkan kaki.
Sungguh merajai, bukan?
"Permisi, Kak."
Galdo menengadah sebentar saat indera pendengarannya menangkap sapaan lembut. Berdiri seorang siswi berambut pendek dengan posisi lebih dekat dari Tora dibanding dirinya. Lalu tatapan Galdo turun, menatap kotak bekal biru muda yang digenggam gadis itu. "Aku bawa sandwich untuk Kakak, buatan aku sendiri, lho. Dimakan ya, semoga Kakak suka."
Galdo kontan membuang muka bahkan sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya. Tidak ada sedikit pun komponen-komponen dalam diri Galdo yang merasa tertarik dengan sekotak bekal yang dibawakan adik kelasnya itu. Emblem di lengan gadis itu berwarna hijau yang berarti kelasnya satu tingkat di bawah Galdo.
"Halooo, Dedek Gemes! Bekalnya taruh aja di sini, ya! Nanti pasti dimakan kok sama Galdo," sahut Yolan mewakili.
"Hooh benul, benar dan betul. Sekarang kamu balik aja ke kelas. Gue pastiin nanti Galdo bakalan makan bekal dari lo kok, tenang aja. Santaiii seperti di pantaiii," timpal Tora molo-molo, ruang mulutnya sebagian masih dipenuhi bakso.
"Ah, oke Kak." Gadis berambut pendek itu menaruh bekalnya di dekat Galdo. "Dimakan ya, Kak Galdo," ungkapnya sesaat sebelum mengayunkan lembut langkahnya pergi.
Galdo tidak menggubris, dia masih bergeming di tempat tanpa mengalihkan perhatian dari layar ponsel. Sebenarnya dia risih setiap kali ada siswi yang memberikannya bekal, surat, cokelat, atau apapun yang diberi label "hadiah". Kadang kalau Galdo benar-benar sudah muak, dia tidak segan mengatakan bagaimana perasaannya pada orang yang bersangkutan. Pokoknya kalau tidak mau ya tidak mau, risih ya risih. Bahkan dia bisa saja melakukannya dengan tindakan minim sopan santun.
KAMU SEDANG MEMBACA
[KASRA] Velandra
Teen Fiction"Kak, gue jatuh cinta." "Bodo amat. Mau lo jatuh cinta atau jatuh miskin sekali pun, gue enggak peduli." "Kalau lo tahu siapa cowok yang gue taksir, lo enggak akan ngomong gitu." "Siapa emangnya?" "Lo." 🌺🌺🌺 [TIDAK DIPRIVATE, TAPI ALANGKAH BAIKNYA...
![[KASRA] Velandra](https://img.wattpad.com/cover/181959949-64-k619800.jpg)