prolog

342 26 0
                                    

"Kamu yakin mau ambil?"

"Kalau sekedar jauh bisa maklum, nah tapi ini ini negara konflik."

"Kalo tiba-tiba ada roket nyasar, gimana?"

"Kalo tiba-tiba di bom, gimana?"

"Negaranya nggak aman, An. Kamu nggak mau nunggu next opportunity aja?"

Andes Teinara, pengangguran enam bulan pasca sidang memutuskan untuk mengabaikan komentar-komentar yang berpotensi menggoyahkan tekadnya. Demi menghindari predikat jobless, dia rela mengambil resiko terbang jauh dari keluarganya. Demi menyelamatkan telinganya dari pertanyaan kepo seputar kerja, Andes rela dilempar ke tempat antah berantah ini.

Adalah sebuah negara yang berada di Timur Tengah. Negara yang kabarnya tidak aman karena suka ada peluru dan granat nyasar ke pemukiman penduduk. Tempat dengan rasa ketidakamanan yang tinggi. Bisa meregang nyawa sewaktu-waktu.

Tapi, inilah Andes Teinara. Fresh graduated HI yang sudah muak jadi pengangguran padahal baru enam bulan. Itu semua gara-gara telinganya sudah panas dan berdenging mendengar sindiran dari orang-orang di sekitarnya.

Tambahan, semua teman-teman dekatnya pun sudah mendapatkan pekerjaan dan hanya dia seorang yang pengangguran di rumah. Menghabiskan hari-hari dengan bernapas, makan, tidur, buang air, dan berselancar di dunia maya. Kurang kerjaan intinya.

Jadi, begitu Andes mendapatkan email dari KBRI yang menyatakan bahwa dia diterima sebagai staff public relation di KBRI untuk Suriah, gadis itu langsung menyanggupi. Masalah lainnya bisa dipikir belakangan, yang penting dia dapat pekerjaan.

Acts first, thinks later. Itulah slogan legendaris seorang Andes Teinara.

Lalu, slogan kebanggaannya itu berubah menjadi bumerang sejak Andes menginjakkan kaki di lokasi tempat kerjanya. Slogan itu pula lah yang menjadi alasan dirinya misuh-misuh hampir setiap hari karena menyesal dengan keputusan gegabahnya.

Last Chance (OPEN PO BATCH 2! 11-16 AGUSTUS 2021)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang