"Krystal, maafkan aku. Dengar dulu penjelasanku"
"Tidak Seul, tak ada yang perlu dijelaskan lagi. Aku ingin bicara empat mata denganmu"
Krystal melirik Minguk dan mengelus pipinya.
"Kau tunggu dulu disini nak, ini urusan orang dewasa"
Minguk mengangguk.
***
"Krystal, maafkan aku. Aku juga bingung kenapa aku mau melakukan itu. Tapi ini semua demi kebaikanmu dan Minguk"
"Tak usah kau mengurusi kehidupanku Seul, kau juga kan tau jika aku akan berusaha dengan kemampuanku sendiri"
"Oh jadi itu benar?"
Krystal menautkan alisnya.
"Jadi memang benar yah jika Sehun adalah ayah kandung Minguk?"
Krystal terdiam, tangannya mengepal kuat.
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu"
Seulgi merebut kertas tes DNAnya kembali.
"Woww 99,9% terbukti jika Minguk adalah anaknya Sehun. Lalu kenapa kau menyembunyikannya dariku dan juga Minguk?"
Krystal menghela nafasnya.
"Ya, tapi aku juga baru bertemu lagi dengannya"
"Krystal, kenapa tak kau katakan saja? Kau bilang padanya jika Minguk adalah darah daging dia, pasti dia akan menerimanya"
"Hmm masalahnya bukan itu"
"Lalu?"
"Dia sudah bertunangan"
"Apa?"
"Dan tunangannya adalah sepupuku sendiri"
Seulgi menarik lengan Krystal.
"Really?"
Krystal mengangguk.
"Ya Tuhan ternyata dunia sangat sempit sekali"
"Lalu apa rencanamu? Kau akan terus menyembunyikan dari Sehun mengenai Minguk?"
"Mungkin iya, lagi pula dia sudah melupakanku"
"Apa maksudmu? Dia? Dia kenapa bisa melupakanmu?"
"Entahlah! Entah dia hilang ingatan setelah kecelakaan itu atau dia memang sengaja ingin melupakanku"
Pandangan mata Krystal menatap keluar jendela, hatinya terasa hampa.
***
"Kenapa dipercepat? Aku kan sudah mengatakan kepada kalian agar jangan buru-buru"
"Hun, bukanlah lebih cepat itu lebih bagus ya? Ibu sudah tak sabar menimang cucu darimu"
"Benar Sehun, usiamu juga sudah semakin bertambah. Apa kau tak ingin secepatnya menikah dan memberi kami cucu?"
Sehun mendengus kesal, dia merasa marah karena sepertinya tak ada yang mengerti tentang perasaannya.
"Terserah kalian, kalian atur saja semuanya"
Sehun lalu melengos pergi.
"Lihat itu putramu, lihat bagaimana caranya bersikap. Makanya jangan terlalu memanjakannya" ketus Kyuhyun kepada Yuri.
***
"Ahh kenapa harus dipercepat? Aku benar-benar tak ingin menikah dengan Jisoo"
Sehun memijat pelipisnya, dia benar-benar pusing mengatasi masalah pernikahan dengan Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate
FanfictionHubungan satu malam yang malah berakibat fatal dan Krystal yang menanggung semuanya sendiri..
