Jangan jadi cewek yang sok kuat, jika sudah tak tahan lagi,menangislah karna menangis bukanlah dosa yang harus dihindari
-Alvin-"Eh" Aurell terkejut lalu memutar badanya, dia menatap cowok yang lebih tinggi dari darinya sedang memeluknya.
"Lepas Vin" Ujar Aurell
Bukanya melepaskan pelukannya Alvin semakin memperkuat pelukan nya sembari mengelus rambut Aurell. Dia tau bahwa Aurell sedang menangis terlihat dari bahunya yang naik turun beserta suaranya yang mulai serak.
"Alvin lepas, ihh gerah tau gak" Rajuk Aurell dalam pelukan Alvin
"Sorry" Lirih Alvin
Aurell mengerutkan kening nya "buat? "
"Sorry gue gak bisa jagain lo. Sorry gara gara gue lo jadi diomelin, gara gara... " Aurell memotong ucapan Alvin
"Udah? " Potong Aurell
"Gue serius Rell"
"Kaki gue pegal bego. Berdiri mulu dari tadi. Lepas deh gue mau duduk" Alvin melepaskan pelukannya lalu ikut duduk di kursi kosong di taman sekolah.
Alvin memutar badannya menatap kearah Aurell yang diam termenung.
"Rell" Panggil Alvin namun tak ada sahutan dari Aurell.
"Aurell"
"Eh" Kaget Aurell
"Kenapa Vin? Lo ngomong apa tadi? Sorry gua... Gue... "
"Gak usah sok kuat Rell" Ucap Alvin
"Maksud lo? " Aurell nanya balik sembari menatap Alvin.
Bukanya menjawab pertanyaan Aurell, Alvin malah menarik Aurell kedalam dekapan nya.
"Rell gue tu lo nangis" Lirih Alvin
"Jangan sok tau" Bela Aurell sembari menenggelamkan kepalanya didada bidang Alvin.
Tak terasa air matanya kembali jatuh membasahi kemeja putih Alvin."Nangis aja Rell. Jangan ditahan-tahan" Ujar Alvin sembari mengelus-elus rambut Aurell
"Vin, gue capek nangis terus " Rajuk Aurell
Alvin terkekeh
"Lo ngetawain gue? " Sentak Aurell
"Nangis aja Rell, ntar aja marah-marah nya" Goda Alvin
"Au ahh, gue kesal sama lo" Sentak Aurell sembari menjauhkan badanya dari pelukan Alvin, sembari menghapus air mata nya secara kasar.
Alvin tersenyum lalu kembali menarik Aurell kedalam pelukannya .
"Lepasin " Rajuk Aurell dan kembali menangis dalam pelukan Alvin
"Sorry ya princess tadi gue cuman becanda doang" Ujar Alvin menenangkan Aurell yang diam tetapi air matanya tetap jatuh berderai.
"Nangis aja Rell. Jangan jadi cewek yang sok kuat, jika lo sudah tak tahan lagi,menagis lah karna menangis bukanlah dosa yang harus dihindari" Ujar Alvin panjang lebar bukanya berhenti menangis Aurell sakin sesenggukan.

KAMU SEDANG MEMBACA
AURELL
Novela Juvenil"Jika kehadiran gue membuat mereka malu,kenapa gue harus dilahirkan??kenapa gue harus di besarkan???kenapa???"Aurell terus menangisi di dalam dekapan Alvin.....