"Jadi gitu, Gi" tutup Radit setelah ia menjelaskan panjang lebar alasan kenapa Resonance mengajukan lima nama sebagai spokesperson Sociolla untuk campaign #AuthenticBeauty
Gian yang sedari tadi fokus mendengar penjelasan Radit sejenak menegakkan posisi duduknya, "Overall gue setuju sih sama semua spokesperson yang kalian ajuin. Dan background kenapa harus pake mereka nya juga udah jelas banget. Inline lah sama apa yang jadi concern gue kemarin" puji Gian secara tidak tersirat.
Mendengar komentar Gian, Radit merasa cukup lega. Karena sejak kemarin, Radit sibuk memikirkan respon Gian. Takut decknya akan di acak acak lagi seperti minggu kemarin.
"Tapi buat budget masih harus diskusi sama tim dan Rasjid ya, Dit. Nanti gue kabarin lagi buat budgeting nya"
"Oke, Gi." jawab Radit singkat.
"Eh abis ini langsung balik kantor apa ke mana?" tanya Radit sambil memanggil waitress untuk meminta bill.
"Ke kantor Dit" jawab Gian sambil mengembalikan iPad ke Radit.
"Yuk, bareng aja."
—
Pukul 12.45 di HeadRes Office, ada Joni, Bowo, Ben, dan Eja, yang sedang bercengkrama di pantry sehabis makan siang. Sampai sosok perempuan berambut panjang, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Chief Marketing Officer Resonance menghampiri mereka.
"Good afternoon, Resonance" sapa perempuan tersebut.
"Heyyy! I thought you are in Singapore?" tanya Joni sambil berdiri dari kursi dan bercipika-cipiki ria dengan CMO kesayangannya itu.
"Baru landing nih tadi jam sepuluh langsung kesini" lalu perempuan itu meletakan dua paper bag di meja pantry "Oleh-oleh nih, sharing sama yang lain ya"
"THANK YOU MBAAA" jawab Eja dengan semangat, sembari langsung heboh membuka paper bag yang dimaksud.
"Radit mana?" tanya perempuan itu sambil agak celingukan mencari sosok Radit.
"Tadi pagi sih meeting ya sama Sociolla" jawab Joni.
"Ada kok di ruangan Mba, tadi baru dateng" jawab Bowo sambil sibuk ikut memilih oleh-oleh.
"Itu satu lagi apa Mba?" tanya Ben sambil menunjuk paper bag lain di tangan CMO nya itu.
"Oh... yang ini buat Radit"
"Yaaaaah curang, kita dua tas rame-rame masa mas Radit satu tas sendiri?" celetuk Eja yang merasa kurang puas.
"You guys already know that Radit is my golden child right? Hahahaha. Okay then, see you later ya" lalu perempuan itu lalu berlalu meninggalkan pantry menuju ruangan AE di mana Radit berada.
"Hai Dit" sapa perempuan tersebut setelah berhasil menemukan Raditya Nareswara.
"Heyyy" Radit langsung berdiri menyambut tamu yang tak terduga ini "Come in" ajak Radit agar bosnya masuk ke dalam ruangan AE.
"Kapan balik dari Singapore? How's the meeting with 'petinggi' nya? Lancar?" tanya Radit sambil mempersilahkan perempuan itu duduk.
"Tadi pagi. Hahaha alot sih, minggu depan balik lagi ke Singapore buat report" jawab perempuan itu mengangguk. "Nih oleh-oleh" perempuan itu menyerahkan paper bag pada Radit.
"Wow— thanks! You know my favorite?" senyum Radit sumringah begitu membuka isi paper bagnya.
"I always know. Lo karyawan kesayangan gue Dit, remember? Hahaha" jawabnya tengil. "Anyway... besok meeting ya sama finance. Gue mau tau forecast AE quarter tiga tahun ini" katanya to the point.
KAMU SEDANG MEMBACA
Resonance Team
FanfictionWill help you with the best service and the best visual with 23 people here. https://curiouscat.qa/ResonanceTeam_ https://www.instagram.com/resonance.team/
