Perpisahan (End)

143 15 8
                                    

Thanks and happy reading.....
















"loh yakin bokap nyokap loh udah di sana?" Tanya seokjin.

"Iya, dia udah disana pas abis kelulusan gue" jawab namjoon sambil menarik kopernya.

"Emng kenapa dah?" Tanya namjoon.

"Gue takutnya pas loh sampe Sono nanti ga ada bokap nyokap loh, terus loh dibuang" jawab seokjin.

"Bye bye anak pungut" sahut Jimin.

"Kurang ajar" balas namjoon.

Yang lain sudah tertawa.

"Loh jaga diri baik baik bro disono" ucap j-hope.

"Iya. Loh pada kek ditinggal mati aja sama gue" balas namjoon.

"Namanya juga sedih, loh mah suka ngerusak suasana sih"ucap Taehyung.

"Dia mana punya hati" sahut Suga.

"Serius Hyung gapunya hati? Mati dong" ucap Jungkook.

"Makin kampret aja loh pada" dengus namjoon.

"Udeh ayo kita jemput sowon sama yang lain dulu"


.........




Sesampainya seokjin cs di depan dorm. Mereka sudah melihat 6 perempuan yang berbaris dengan wajah yang terbilang sedih.

"Tumben belum di klakson udah nongol" ucap seokjin sambil menutup pintu mobil.

"Huaaa Joon loh disono kuliah yang bener ya, jangan godain bule aja" ledek sowon.

"Yaelah dikit mah gapapa" sahut namjoon.

"Lah bang namjoon mah godain bule ge nyambung. Sama sama pinter Inggris. Lah kalo Jimin, si bule ngomong bahasa Inggris, si Jimin bahasa alien" sahut yuju.

"Juy kita damai aja lah ya" jawab Jimin.

"Ndak mau Ndak mau".

"Udah ribut nya nanti aja, sekarang kita berangkat ke bandara. Nanti gue ketinggalan pesawat terus masa gue harus kejar, kan ga lucu" jelas namjoon.

"Lucu, nanti gue tawain" balas Yerin.

"Malah kita berharap namjoon oppa ketinggalan pesawat" ucap umji.

"Setuju" sahut eunha.

"Ribut yuk, lapangan lega".






.........


Bandara....

"Joon makan dulu yuk"

"Eh gue mau memperdalam bahasa Inggris, ajarin yuk Hyung"

"Temen gue hajatan, kondangan sebentar yuk"


"Yang gue heranin kenapa nih hari loh semua pada ngeselin?"tanya namjoon.

"Bang, kita tuh ikhlas ga ikhlas lepas loh ke luar negri" ucap sinB.

"Apaan sih loh pada. Biasanya juga gue di nistain Mulu, sekarang gue pergi pada sok sedih hih" balas namjoon.

"Ya udahlah nanti kan bisa telponan kita" ucap seokjin.

"Gamau, panggilan internasional mahal" sahut namjoon.

"Mending sekarang kita culik dia yuk, ga ada yang kenal juga" usul Taehyung.

"Enak aja".


"Udah udah, biarin si namjoon pergi. Biarin dia raih cita cita nya disana. Dan tempat ini adalah tempat terakhir kita ngumpul bareng disini, dan gue harap tempat ini juga jadi tempat awal kesuksesan kita. Gue yakin abis ini kalian pada sibuk kan sama urusan masing masing"jelas Suga.

"Iya juga ya. Ya udah, sekarang kita raih impian masing masing. Nanti kita ngumpul lagi disaat kita semua udah jadi orang sukses" ucap Yerin.

"Intinya jaga kesehatan kalian semua ya. Kita harus kumpul nantinya dengan keadaan sehat" sambung Jimin.

Mereka merangkul satu sama lain. Mata mereka pun mulai berkaca-kaca.

Ini bukanlah akhir, namun awal dari sebuah perjalanan kisah mereka.


"Namjoon"

Mereka semua melepas rangkulannya, lalu menoleh.

"Nay" jawab namjoon.

Nayeon langsung berlari dan memeluk namjoon, tangisan nya kini tidak dapat dibendung lagi.

"Kenapa loh ga minta gue untuk anterin loh ke bandara" ucap nayeon dengan sesenggukan.

Namjoon mengusap pipi nayeon dengan perlahan.

"Gue gakuat liat loh nangis gini" jawab namjoon.

"Tapi tetep aja, gue ini kan pacar loh hiks hiks" sahut nayeon.

"Iya maaf ya" balas namjoon.

"Dah jangan nangis lagi ya"pinta namjoon.


"Oke guys thanks udah anter gue kesini. Sebentar lagi jadwal keberangkatan pesawat gue. Gue titip nayeon ke kalian ya" ucap namjoon.

"Iya Joon. Hati hati ya" ucap sowon sambil menepuk bahu nayeon yang berusaha tersenyum.

"Makasih buat semuanya, gue sayang sama kalian".

Perlahan namjoon berjalan sambil menyeret koper berwarna hitam.

Teman temannya hanya bisa menatap punggung namjoon yang mulai menjauh dari hadapannya.

Dan hari ini, hari dimana mereka akan sibuk dengan urusan masing masing.

Sibuk dengan impian yang harus mereka raih.

Meninggalkan dorm yang berisi banyak kenangan konyol, dorm dengan sejuta cerita.


Bandara, tempat terakhir mereka berkumpul seperti ini.


















Perpisahan selalu mengajarkan kita untuk menghargai, bahwa setiap detik bersama orang yang kita cintai adalah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan

Sesungguhnya, perihnya perpisahan tidaklah seberapa dibanding dengan bahagianya pertemuan.

Apalagi pertemuan baru setelah perpisahan itu.

Semua pasti berubah, mau tidak mau.
Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin.
Semua pasti berakhir, siap tidak siap.













Terima kasih buat yang udah meluangkan waktu buat baca cerita ini.

Terima kasih yang udah menghargai cerita ini dengan vote kalian.

Terima kasih udah bikin semangat author buat nulis jadi meningkat karena coment dari kalian.









Btw ini endingnya nge gantung ga sih? Atau kita bikin part bonus aja ya?


















End.

Love, friends, and family (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang