/pregnant

225 23 0
                                    

Tinggalkan jejak kita lanjut.

Brak.

Dentuman keras yang di ciptakan si pria Jeon itu membuat sang ayah kembali memejamkan matanya erat.

Sementara dengan tungkainya berjalan, Jungkook menghela napas tak karuan melewati koridor kantor. Sekarang ini, Jungkook dalam mode tidak baik baik saja.

Seseorang telah menyulut emosinya hingga wajah dan kepalan tangannya tampak memerah sepenuhnya. Ingin sekali Jungkook menghabisi Min Yoongi di dalam sana, adiknya itu membuat Jungkook benar benar marah.

Membuka pintu ruangannya kasar lantas menarik jas yang ia taruh di kursi. Tungkainya berjalan keluar dari gedung perusahaan tempatnya bekerja sekarang, tak memperdulikan beberapa karyawan ayahnya yang menatapnya aneh.

Berniat segera pulang menemui sang istri yang mungkin tengah menunggunya dirumah. Tapi di tengah kegiatannya membela jalan menuju tujuan atensinya teralihkan oleh cafe pinggir jalan sebelah kirinya.

Jungkook mengambil haluan kemudian memarkirkan mobilnya disana. Oh tiba tiba saja keinginannya berubah untuk menenangkan dirinya di rumah, cuaca siang ini sangat terik sangat bagus untuk meneguk minuman dingin.

Memesan Vanila Late kemudian dengan sedikit tambahan cake, Jungkook membuka mulutnya lebar ingin menerima suapan pertamanya dari cake tersebut tapi setelah mencium aroma keju yang ia pesan rasa mual kembali menyerang dirinya seperti semalam.

Jungkook menutup mulutnya. Melirik sekitar, untung saja hanya beberapa orang di dalam sana. Masa bodoh, Jungkook cepat cepat meneguk minumnya lalu membayar total harga meski cake keju yang ia pesan tidak di sentuh oleh dirinya.

Melanjutkan perjalanan menuju rumah, Jungkook kembali berpikir tentang sang adik yang sangat beringas dan serahkah padanya. Profesi jabatan yang akan jatuh padanya justru di hentikan oleh sang adik yang menghalangi jalannya.

Min Yoongi, pria yang kerap di panggil Suga dengan status adiknya sendiri- meskipun keduanya berbeda rahim tapi tetap saja satu ayah, pria itu sama sekali tidak membiarkan Jungkook mengambil alih profesi jabatan sang ayah yang menginjak usia tua dan pensiun dari perkerjaannya, pikir Jungkook.

Terlalu serahkah, tapi sudah itu yang ia harapkan dulunya.

Jika saja Jungkook sudah jahat dari dulu dan tidak memikirkan hubungan keluarga, sudah ia pecahkan kepala pria yang selalu menghalangi dirinya di masa depan.

Meskipun saham masih tetap di bagi rata untuk kedua putranya tapi Min Yoongi dengan segala usahanya ingin menjadi pewaris jabatan satu satunya dari sang ayah.

Ahh sudahlah, lupakan. Jika di ingat ingat semakin membuat Jungkook naik darah saja.

Mengambil rem mendadak setelah memasuki pekarangan rumahnya, bunyi ban mobil beradu sengit dengan aspal halamannya, cari mati memang.

Sementara Hyera yang sedang berada di ruang tv segera berlari menuju pintur uang tamu setelah mendengar suara mobil Jungkook yang beradu sengit.

"Jeon?"

Jungkook terengah engah kemudian merapikan pakaiannya seraya melempar senyuman pada sang istri, "Aku pulang."

Hyera melirik mobil Jungkook yang terparkir sembarangan, "Kauu--kenapa seperti terburu buru? Terjadi sesuatu?" tanya Hyera merapikan rambut Jungkook yang berantakan.

"Huh? Tidak, aku baik."

Setelah mendengar jawaban dari Jungkook lantas Hyera mencubit pelan perut sang suami, "Tidak boleh seperti itu lagi! Kau mau mati? huh?!"

"Berhenti marah marah, rasanya aku ingin mual lagi."

"Mual? Kau mual lagi, Jeon?" Jungkook mengangguk lesu, berpura pura terlihat menyedihkan agar Hyera tidak mengomel padanya terus.

"Astaga kalau begitu kita harus kedokter, mungkin saja terjadi sesuatu padamu."

"Tidak, aku tidak mau." tolak Jungkook mentah mentah yang mendapat tatapan dalam dari Hyera.

Menghela pasrah "Baiklah, kita pergi, bersiaplah."

__

"Bagaimana? Apa kondisi suamiku baik baik saja, Dokter?"

Dokter itu tersenyum, "Gejalanya tidak parah, biasanya gejala seperti ini terjadi akibat hormon seseorang yang tengah mengidam."

Jungkook dan hyera mengernyit bingung, masih tidak mengerti maksud dokter "Maksudnya?"

"Gejala utama morning sickness adalah mual dan muntah saat hamil. Gejala ini sering dipicu oleh beberapa hal, misalnya aroma tertentu, makanan pedas, atau suhu panas.

Uniknya, faktanya morning sickness bisa terjadi pada suami atau calon ayahnya. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil.

Suami yang mengalami morning sickness ini merasakan mual sepanjang hari mulai dari pagi atau siang hari, dan paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri. Mual yang dirasakan suami ini bisa disertai dengan muntah, tapi bisa juga tidak. Sang suami akan mengalami perasaan tidak nyaman di perut atau adanya keinginan untuk muntah.

"kesimpulannya.. Mungkin saja istri anda sedang hamil trimester pertama."

Jungkook melotot lalu menoleh pada Hyera yang masih melihat dokter itu dalam dalam, "Benarkah?"

Dokter itu mengangguk, "Sebaiknya di periksa untuk memastikan kebenarannya."

"Baiklah, Terima kasih." ujar Jungkook seraya meraih tangan Hyera untuk segera keluar mencari dokter kandungan.

"Selamat, istri anda tengah mengandung usia 3 minggu."

Ya tuhan, jangan sampai jungkook berteriak sekarang terlalu banyak orang di tempat umum seperti ini untuk melakukannya. Jungkook menoleh cepat, mengapai wajah hyera lalu memberikan kecupan bertubi di wajah sang istri.

"Kau tahu? Kau sedang hamil anakku."

Hyera mengagguk, "Ya, anakmu."

"Kemudian --aku akan jadi daddy dan kau akan jadi mommy? Hm? Bukankah ini kabar bahagia?

Hyera menyeka air matanya lalu mengagguk."Berhenti menangis, kita akan pulang, kau tidak boleh sampai kelelahan."

"Ish tidak boleh posesive begitu, aku baik baik saja."

Dokter itu berdehem seraya melemparkan senyumnya.

l'm YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang