Ceritakan apa yang layak untuk diceritakan.
Pertahankan apa yang layak untuk dipertahankan.
Tinggalkan apa yang seharusnya ditinggalkan
Dengan cara itu kamu akan merasa bahagia.
-Aria Pammasena-
Mengabdi sebagai seorang pengajar disebuah sekolah swasta tidak membuatnya lupa pada kecintannya dengan dunia tulis menulis. Beberapa karyanya sudah pernah diterbitkan salah satunya adalah buku antalogi puisi Hijrah ke JalanMu (Nahima pers-2016). Baca juga beberapa karyanya di https://penakota.id
Temukan Aria di:
Fb: Resqie Parenrengi
IG: @resqie.parenrengi
Tweeter: @ReliaResqie
Menulis adalah mendengar.
Menulis adalah melihat.
Menulis adalah merasai.
Menulis adalah hidup.
Karena menulis adalah keabadian.
- Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
- JoinedFebruary 26, 2017
- facebook: Aria's Facebook profile
Sign up to join the largest storytelling community
or
Apa yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar lagi Butterfly dari BTS?View all Conversations
Stories by Aria Pammasena
- 8 Published Stories
The Day We Learn to Let Go (Terbit)
75
7
13
Empat tahun bersama, Nimara pikir Kala adalah rumah.
Sampai suatu hari, ia sadar-ia hanya tinggal sendirian d...
Romansa, Kopi Dan Hujan (Kumpulan...
2.6K
68
13
Hujan selalu punya cerita. Hujan selalu punya cara untuk membentuk sebuah rasa. Entah rasa suka maupun duka.
...
Elegi Dalam Pelangi
167
0
19
Zera melakukan segalanya untuk bisa bertahan diantara ragu yang dia miliki. Bertahan dalam penantiannya, bert...