15. LEBIH BAIK

7.1K 707 702
                                        

"Kau ingin tahu yang kuimpikan?

Bahkan jika hanya sedikit,

Aku ingin melihatmu tersenyum

Dan bebas."





Hangat. Itulah hal pertama yang gadis itu rasakan, membuatnya ingin lebih lama dibuai dalam tidur yang nyaman. Tak ada suara yang tertangkap telinga. Tak ada gangguan kecil apa pun yang membuat [Name] harus terbangun dari tidur.

Perlahan kelopak mata [Name] terbuka, keluar dari dunia mimpi yang memanjakan dirinya entah sejak kapan. Cahaya matahari yang merengsek masuk dari kaca jedela, mengharuskan gadis itu untuk bangun. Ada pekerjaan yang harus ia selesaikan, mengingat kemarin ia sudah bolos seharian. Itulah yang pertama kali ia pikirkan ketika terbangun, seolah ada alarm dalam kepalanya akan aktivitas yang harus ia lakukan hari ini.

Namun [Name] langsung membelalakan mata saat ia sadar kalau dirinya berada dalam pelukan seseorang. Ia berusaha untuk mendongak, melihat siapa orang yang tidur di sampingnya dan memeluk dirinya semudah ini.

"Da-Dazai-san?" ucap [Name] pelan, amat sangat pelan hingga ia sendiri tidak yakin telah mengeluarkan satu kata itu.

Ia nyaris memekik keras ketika ia tidur dalam pelukan Dazai yang juga tertidur dengan nyaman. [Name] berusaha melepaskan diri dari kukungan lengan Dazai, meggeliatkan tubuh agar bisa terlepas dari pria di sampingnya ini.

Sayangnya, [Name] jauh lebih terkejut lagi ketika ia mendapati kedua tangannya terikat menjadi satu. Gadis itu benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padanya hingga ia bisa dalam kondisi yang sulit dijelaskan seperti ini.

"Kau sudah bangun, [Name]-chan?" Dazai sepertinya terbangun karena [Name] yang sejak tadi berusaha melepaskan diri dari pelukan Dazai, ditambah gadis itu terus bergumam tidak jelas karena berusaha mengingat apa yang terjadi semalam.

"A-apa yang terjadi semalam, Dazai-san?" tanya [Name] takut-takut karena ia belum juga bisa mengingat kejadian semalam hingga bisa berakhir tidur satu futon dengan Dazai yang mengenakan kemeja setengah terbuka.

"Kau luar biasa semalam," Dazai menjawab dengan senyum yang sulit dijelaskan.

"Apa maksudmu? Kau tidak melakukan hal aneh padaku, kan?" Gadis itu mulai kalut sekarang, berpikir hal buruk yang bisa saja terjadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa maksudmu? Kau tidak melakukan hal aneh padaku, kan?" Gadis itu mulai kalut sekarang, berpikir hal buruk yang bisa saja terjadi. Bagaimana tidak, selama bertahun-tahun Dazai enggan berdekatan dengan [Name], kini pria itu justru tidur di sampingnya sambil memeluk [Name].

"Bukan aku. Tapi kau yang sudah menyerangku semalam. Kau lihat, aku tidak tahu kalau kau gadis yang nakal, [Name]-chan," ucap Dazai seraya memperlihatkan bekas gigitan di sekitar leher. "Kau tidak ingat apa yang kita lakukan semalam?" lanjut Dazai.

REFRAIN (DAZAI X READER)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang