EKSTRA-SPECIAL TIME

5.5K 492 361
                                        

"Sekarang aku memilikimu di sisiku

Dunia telah mengembalikanmu untukku

Karena itu izinkan aku mengatakan satu hal;

Aku Mencintaimu."




Dazai tergesa-gesa sekarang karena hal tak terduga terjadi di kantor, membuatnya akan terlambat pada jam janjiannya. Pagi-pagi sekali Kunikida menjemput Dazai untuk melakukan pekerjaan yang cukup rumit atas perintah dari Fukuzawa.

Pria berambut cokelat itu bahkan tidak sempat mengucapkan salam pagi untuk [Name] yang masih nyenyak dalam tidur. Kunikida benar-benar datang bahkan ketika matahari baru mengintip dari ufuk timur. Dazai yang tidak ingin membangunkan [Name] jadilah hanya meninggalkan pesan untuk gadis itu.

Beruntung Dazai bisa menyelesaikan pekerjaannya sebelum tengah hari. Padahal hari ini ia sudah minta libur bersama dengan [Name]. Pria itu ingin memenuhi janjinya tempo hari untuk mengajak [Name] ke suatu tempat bersama. Setelah dua minggu, barulah ia bisa mendapatkan waktu tersebut. Dan tentu saja Dazai tidak ingin sampai kehilangan momen ini karena hal sepele.

Dazai mengganti pakaiannya menjadi lebih santi. Ia merogoh ke dalam lemari pakaianya sebuah kantung kertas dan mengambil isinya untuk ia simpan ke dalam kantung jaketnya.

Ketika Dazai mencari kunci rumah, ia melihat sebuah kertas tergeletak di dekat tas [Name] yang tergeletak tepat di samping lemari futon.

Dazai mengambil kertas tersebut, takut kalau itu berisi sesuatu yang penting atau bahkan lebih buruknya informasi tentang salah satu pekerjaan mereka. Ia lebih penasaran karena rupanya kertas itu ternyata sebuah amplop yang justru kertasnya berada di dalam.

Mata Dazai melebar ketika ia melihat nama Oda Sakunosuke tertulis di bagian bawah amplop, tertuju untuk gadis bernama [Name]. Tanpa ragu Dazai membukanya, melihat isi dari kertas yang ada di dalamnya.

Untuk adik kesayanganku, Oda [Name]

Bagaimana keadaanmu, Imotou? Aku tahu kalau kau terpuruk sekarang. Jika kau membaca surat ini maka artinya aku sudah tidak ada di dunia ini. Kumohon dengan sangat jangan menangis saat aku tidak ada di sampingmu lagi. Maafkan aku karena meninggalkanmu sendiri. Aku harus menghadapi kematian agar bisa melindungimu. Kau mungkin marah mendengar alasan konyol ini, aku melakukan ini karena keegoisanku sendiri, jadi jangan salahkan siapa pun termasuk dirimu sendiri.

Aku tahu bahwa sulit ditinggalkan sendiri dengan cara seperti ini, tapi aku percaya kalau kau akan bertahan. Kau tidak sendirian, ada Dazai yang akan menjagamu. Aku tahu kalau dia akan mencintaimu melebihi aku mencintaimu. Dia mungkin marah padamu saat ini, tapi aku yakin kalau suatu hari dia akan kembali kepadamu.

Aku hanya memiliki satu permintaan; tetaplah hidup. Tetaplah tersenyum dan bertemanlah dengan orang-orang yang bisa kau percayai. Pergilah ke sisi kebaikan, selamatkan orang lain, dengan itu kau akan merasakan hidup yang sesungguhnya.

Tolong sampaikan pada Dazai permintaan maafku karena aku tidak bisa menemaninya lagi di Lupin. Jika Dazai sudah kembali ke sisimu dan mencintaimu dengan sepenuh hatinya, tolong katakan terima kasihku karena sudah mau menjagamu menggantikanku. Juga katakan pada Ango satu hal dariku; 'aku tidak marah padamu'. Aku yakin dia akan dihantui oleh rasa bersalah sepanjang hidupnya.

Jangan coba untuk membunuh dirimu sendiri setelah ini atau aku tidak akan memaafkanmu. Aku menyayangimu, [Name]. Dimana pun aku berada aku akan tetap menyayangimu. Aku akan sangat merindukanmu. Merindukan adik kecilku.

REFRAIN (DAZAI X READER)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang