#Reborn Series 1#
Bukan Novel Terjemahan.
Terbangun di tubuh permaisuri cantik yang diacuhkan?
Alih-alih berusaha memperbaiki citranya dan membalas dendam, Liwei malah bermalas-malasan, menghamburkan uang dan berpesta ria.
'Aku punya uang dan tahta...
Cerita ini hanyalah fiksi semata tanpa terkait dengan sejarah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌹🌹🌹
"Bagaimana penampilanku?" Tanya Kaisar pada pengawal pribadinya Shen.
"Anda selalu tampan, Yang Mulia." Balas pengawal Shen datar.
"Kenapa anda lebih terlihat gelisah dan sedikit bersemangat saat menemui Permaisuri, Yang Mulia?" nyinyir pengawal Zifeng menimpali perkataan rekannya pengawal Shen.
Jika Shen bekerja sebagai prajurit bayangan Kaisar, maka Zi Feng bekerja mendampingi, menjaga dan mengawal Kaisar secara langsung.
"Tutup mulutmu Zifeng, semakin lama kau semakin berani rupanya. Apa perlu aku memberimu hukuman? Sepertinya aku terlalu santai padamu." Ucap Kaisar datar pada bawahan setianya itu.
"Saya minta maaf atas perkataan saya Yang Mulia. Tapi saya tahu anda tidak akan melakukan itu." Zifeng memberikan cengiran khasnya, sekalipun Kaisar ini pelit omongan tapi sejujurnya junjungannya sangat baik, selama ini Kaisar selalu memedulikannya.
Kaisar hanya mendengus sebal melihat tingkah Zifeng, tapi sejujurnya Kaisar sedikit terganggu dengan perkataan Zifeng. Setelah dipikirkannya kembali, perkataan Zifeng ada benarnya juga. Kenapa dia ingin tampil sempurna di depan Permaisuri? Kenapa dirinya sedikit gugup dan bersemangat untuk bertemu dengan Permaisuri? Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya ? Apa ini karena dirinya sudah sangat lama tidak berkunjung ke kediaman Phoenix? Atau karena hal lain yang dirinya tak ketahui? Cecar Kaisar dalam hati.
Ttok ttok ttok.
Atensi Kaisar dan dua bawahannya itu langsung terarah ke pintu.
"Maaf mengganggu waktu anda, tapi Permaisuri ingin bertemu dengan anda dan saat ini telah berada di kediaman Naga, Yang Mulia." Ucap kasim Wu memberikan laporan perihal kedatangan Permaisuri.
"Permaisuri?" Tanya Kaisar dengan dahi mengkerut bingung akan maksud kedatangan Permaisuri.
"Ehem, saya tidak tahu kalau anda dan Permaisuri memiliki kehendak yang sama. Ini yang dinamakan jodoh Yang Mulia." Melihat keterdiaman Kaisar, Zifeng tak kuasa untuk menggoda junjungannya.
Kaisar hanya menatap tajam Zifeng tapi yang ditatap malah memberikan cengiran tak berdosa. Kurang ajar sekali bawahannya itu, batin Kaisar.
"Persilakan Permaisuri masuk. Dan kalian berdua keluarlah!" Perintah Kaisar.
"Anda tidak usah khawatir, saya dan Shen akan pergi dan tidak akan mengganggu waktu pribadi anda dengan Permaisuri." ucap Zifeng sembari mengedipkan mata menggoda Kaisar.
"Zifeng!" Seru Kaisar mengeluarkan aura dingin menyeramkan.
"Kami pamit undur diri Yang Mulia. Permisi." Shen membungkuk memberi hormat dan dengan terburu-buru menarik sahabatnya Zifeng pergi dari ruangan.