#Reborn Series 1#
Bukan Novel Terjemahan.
Terbangun di tubuh permaisuri cantik yang diacuhkan?
Alih-alih berusaha memperbaiki citranya dan membalas dendam, Liwei malah bermalas-malasan, menghamburkan uang dan berpesta ria.
'Aku punya uang dan tahta...
Cerita ini hanyalah fiksi semata tanpa terkait dengan sejarah manapun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌹🌹🌹
"Zifeng, Shen kerahkan semua prajurit yang berpatroli untuk mencari Permaisuri di semua sudut Istana." Perintah Kaisar pada kedua pengawal pribadinya.
"Baik Yang Mulia"
Kaisar segera mengambil pedangnya dan mengikuti kedua pengawalnya untuk mencari keberadaan Permaisuri yang hilang dalam sekejap.
*********
"Ssst...diamlah. Ini aku Permaisuri." Mata Liwei membelalak kaget melihat pria didepannya yang tanpa aba-aba langsung menyeretnya bersembunyi di semak-semak.
"Sial." Umpat pria berjubah hitam itu ketika melihat beberapa prajurit istana berjalan kearah Istana dingin. Pria itu segera mendekat kearah wanita berjubah mengecupnya pelan lalu segera meninggalkan istana, tak lama kemudian wanita berjubah pun segera memakai tudungnya dan pergi.
Liwei mendesah lega dirinya tidak ketahuan, namun dirinya segera memberontak saat sadar bahwa mulutnya masih dibungkam oleh tangan pria disampingnya. Tanpa pikir panjang Liwei menggingit tangan pria itu dan segera melepaskan diri.
"Si...siapa kau?" Tanya Liwei sedikit gugup, jujur saja saat ini dirinya sangat takut apalagi mengingat keberadaannya sekarang di tempat yang terbengkalai dan gelap tanpa seorangpun.
"Permaisuri tidak ingat denganku?" Tanya pria itu sembari mendesis sakit karena tangannya habis terkena gigitan Liwei.
Mendengar itu, Liwei mendelik curiga kemudian langsung mengambil ancang-ancang untuk memukul pria didepannya. Siapa tahu pria ini punya niat jahat.
"Tenang Permaisuri,santai saja. Saya tidak akan berani mencelakakan anda." Ucap pria itu sedikit tergelak akan sikap proteksi Permaisuri.
"Katakan siapa kau? Kenapa kau kenal denganku? Apa yang kau inginkan?" Cecar Permaisuri tanpa henti dengan masih mempertahankan wajah curiganya.
"Anda benar-benar melupakan wajah setampan saya?" Tanya pria itu.
"Ahhh... hatiku sakit sekali, padahal saya selalu mengingat anda." Imbuh pria itu dengan ekspresi sedih dibuat-buat yang terlalu berlebihan membuat Liwei muak dan ingin menghajar wajah pria itu.
"Jangan berbasa-basi. Katakan saja!" Seru Liwei tidak sabar dan lelah menghadapi sikap pria didepannya yang sangat menyebalkan, tanpa Liwei sadari dia sudah meluruhkan semua sikap proteksinya dan hanya menatap pria itu datar serta jengah dengan sikapnya yang berbelit-belit.
"Kakak ipar, saya benar-benar sedih anda melupakan Li Yaoshan yang tampan ini."
"Li Yaoshan?" melihat pria itu merengek didepannya membuat Liwei terdiam, berusaha mengingat.