Happy reading...
.
.
"Hikss... hiksss..."
Tzuyu langsung membuka matanya lebar lebar setelah mendengar isak tangis, dia panik bukan main melihat Sana yang berada disampingnya tengah terisak sendiri. Membuat rasa kantuk Tzuyu lenyap begitu saja.
"Kenapa Sana? Kenapa kamu nangis? Apa ada yang sakit? Kenapa? Bilang padaku mana yang sakit Sana." Panik Tzuyu memperhatikan tubuh Sana dengan seksama. Memastikan bila tidak ada luka sekecil apapun di tubuh Sana.
Tzuyu tak menemukan luka apapun, tetapi tangis Sana malah kian kencang.
"Astaga Tuhan, kamu kenapa Sana?"
Sana mendongakkan kepalanya, menggigit bibir bawahnya sendiri lalu memeluk Tzuyu dengan erat.
"Kamu mimpi buruk?" Sana menggeleng dalam pelukan Tzuyu.
"Lalu kenapa?"
"Sa-sana pengen makan sesuatu hiks..."
"Hah?" raut wajah Tzuyu kebingungan.
"Donat, Sana mau donat coklat."
Tzuyu melepaskan pelukan mereka, menatap wajah polos Sana yang membuat dia keheranan sendiri dengan ucapannya.
"Gimana Sana?"
"Sana pengen makan donat, Sana gak tau kenapa dari tadi Sana mau makan itu sekarang. Sana lihat langitnya masih gelap tapi Sana udah mau makan sekarang. Sana nangis karena takut kamu marah. Hiks hiks.. "
Sana kembali menangis, tapi sekarang Tzuyu terkekeh melihat kelakuan istrinya ini. Apakah ini yang dinamakan ngidam? Astaga bisa saja Sana meminta hal merepotkan seperti ini. Tzuyu sama sekali tidak merasa kesal, justru dia amat senang bisa merasakan pengalaman menjadi seorang calon ayah dengan keinginan calon bayi mereka ini
"Sudah sudah, Sana jangan nangis lagi. Aku akan beliin donat coklat yang enak untuk Sana dulu ya. Tunggu sebentar Sana."
"Kamu tidak marah karena Sana nakal?" Sana menatap dengan kedua mata berbinarnya yang polos.
Senyum manis Tzuyu berikan kepada Sana. Dia menepuk nepuk puncak kepala Sana dengan lembut.
"Enggak dong. Aku gak akan pernah marah. Mulai sekarang kalo Sana pengen sesuatu langsung aja bilang ke aku. Sana jangan nangis, jangan takut kalo aku akan marah. Aku janji gak bakal marah, oke?"
Sana mengangguk dengan semangat, senyum Tzuyu mengembang. Rasa kantuknya hilang begitu saja.
"Tunggu sebentar ya." Tzuyu mengecup puncak kepala Sana lalu langsung melompat turun dari ranjang.
Mengambil jaket dari dalam lemarinya lalu bergegas keluar. Sebelum keluar kamar Tzuyu kembali melihat kearah Sana untuk memberikan senyumnya, matanya juga melirik kearah jam kecil di nakas mejanya.
"Aku berangkat dulu, tunggu sebentar dan donat enaknya akan segera datang." Ucap Tzuyu lalu keluar kamar.
Tzuyu berlari kecil menuruni anak tangga, berdoa dalam hati supaya dia masih bisa menemukan toko yang menjual donat masih buka pada pukul 2 dini hari seperti ini.
.
Tzuyu bergegas keluar dari mobilnya, tersenyum bangga pasa sekotak donat yang berada di tangannya. Ternyata pencariannya membuahkan hasil. Ia langsung berlari kembali ke kamarnya tak mau Sana makin lama menunggu.
"Cepet cepet cepet, jangan sampe anakku ileran. Cepet cepet." Gumamnya mempercepat larinya.
Tzuyu membuka pintu dan melihat Sana sudah berbaring membelakanginya. Tapi begitu mendengar suara pintu terbuka, Sana langsung menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Bad - satzu (END)
Fiksi PenggemarDunia ini di penuhi oleh orang jahat. Apa salahku? aku hanya ingin bahagia. Apa kebahagianku itu mengganggu mereka? -SN
