Setelah menunggu sekian lamanya sampai jam 23.35 KST, mereka pun di jemput oleh orang suruhan orang tua mereka. Yah, pasti orang tua mereka malu melihat anak-anak mereka yang bertengkar di tempat umum sampai membuat kericuhan dan di tahan di kantor polisi.
Setelah orang suruhan ayah mereka menyelesaikan beberapa masalah mereka, mereka langsung menuju mobil van mereka. Tadinya mereka akan di urus oleh supir mereka. Tapi setelah orang tua mereka tau apa yang terjadi, mereka sepakat memberikan hukuman kepada mereka dengan cara di tahan di kantor polisi.
Sampai di mobil, supir mengatakan bahwa akan kerumah Bae Jennie dan Bae Joy. Dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Di situ hanya terdengar suara Rose yang sedang makan camilannya. Rose tidak ada niatan membagi makanannya karena masih kesal dengan mereka, apalagi Jisoo dan Wendy. Ya karena di dalam tahanan tadi mereka tidak di kasih makan dan mereka kelaparan.
Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah yang dituju. Mereka semua turun dan orang suruhan mereka membukakan pintu utama.
“ Astaga, mereka sudah pulang.” Ucap Bae Sa-rang, ibu Bae Irene dan Bae Jisoo
Prankkkk....
suara gelas Bae In-na yang jatuh.“ Astaga! Apa yang terjadi dengan kalian sampai muka kalian bonyok dan banyak darah yang sudah mengering.” Ucap Bae Ji-Hoon ayah Jennie dan Joy dengan Khawatir.
“ Bukan urusanmu.” Ucap Jennie dengan penuh tekanan dan langsung meninggalkan mereka. Orang tua mereka kaget dengan perilaku Jennie yang berubah dalam sehari.
“ Kalian semua cepat bersihkan badan kalian, setelah itu berkumpul di ruang keluarga. Akan papa periksa satu persatu.” Titah Bae Yoo-ni.
Mereka pun langsung menuruti perkataannya dan langsung mandi. Baju mereka di siapkan oleh pelayan mereka. Setelah satu jam mereka membersihkan diri, mereka turun ke ruang keluarga.
Disana Bae Yoo-ni sudah memersiapkan alat untuk membersihkan luka mereka. Dilihat dari wajah orang tua mereka, hanya para ibu mereka yang khawatir sedangkan ayah mereka hanya terlihat santai dan masih bisa bercanda-canda.
“ Okay, yang papa periksa dulu adalah Bae Irene. Kakak tertua kalian. Silahkan duduk di sini Bae Irene-ssi.” Ucap Bae Yoo-ni dengan penuh penekanan setiap katanya.
“ Apa yang terjadi dengan kalian sampai bisa begini” tanya Bae Suzy.
“ Bukan urusan kalian, kalian hanya perlu mengobati dan memperhatikan nilai pelajaran kami agar naik.” Ucap Lisa dengan sarkasnya tanpa peduli reaksi mereka.
Setelah selesai memeriksa dan mengobati mereka semua Bae Yoo-ni pun angkat bicara.
“ Kenapa dengan kalian ini sampai-sampai kalian berubah sikap menjadi dingin dan muka bonyok Irene yang hidungnya hampir patah, Seulgi bibirnya sobek, Wendy jidatnya bengkak, Jisoo dagunya bengkak, Jennie lehernya ada bekas cekikan, Joy yang mukanya lebam, Rose yang tergores di dagunya, Lisa yang rambutnya hilang banyak dan Yerim yang pipinya bengkak. Apa kalian ingin membuat nama keluarga Bae menjadi hancur?!” Teriak Bae Yoo-ni di depan muka mereka.
“ BAE SEULGI-SSI DAN BAE WENDY-SSI, KAJJA KITA PULANG DAN JANGAN HARAP KALIAN AKAN MENDAPATKAN FASILITAS SEPERTI KEMARIN-KEMARIN SAMPAI KALIAN MASUK SMA DI YAYASAN KAKEK DAN NENEK DENGAN NILAI KALIAN SENDIRI TANA JALUR ORANG DALAM.” Ucap Bae Dong Wook yang tak lain ayah Bae Seulgi dan Bae Wendy.
Yah alasan mereka menjadi seperti ini adalah karena mereka di tuntut untuk belajar, belajar dan belajar. Harus lebih menonjol dari yang lain. Sesama keluarga tidak boleh memiliki kelebihan yang sama. Yang lebih parah dari itu adalah nilai matematika dan sains mereka tidak boleh kurang dari 80. Mereka menyebut para ayah mereka adalah diktator keluarga Bae.

KAMU SEDANG MEMBACA
PRETTY SAVAGE AND PSYCHO [ ON GOING ]
Fanfictioncerita tentang 9 gadis yang sangat rumit.