Pair : Naruto x Sasuke ✓
Panggil vi aja.
Ini ceritaku yang kedua. Semoga suka
Deskripsi? Liat prolog aja ya!
Langsung baca aja! buat yang berminat ^^
Karakter asli milik Masashi Kishimoto.
NaruSasu
Naruto>Naruhina<
Happy Reading!!
Awas Typo!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sasuke, makan dulu ya?" Bujuk Itachi.
Sasuke hanya menggeleng untuk menjawab ucapan kakaknya. Pandangan matanya kosong, menatap ke depan.
"Kalo kau tidak makan, kau tidak akan sembuh Sasuke."
Setelah terus terdiam, akhirnya Sasuke membuka suara.
"Harusnya kakak tidak perlu datang dan menyelamatkan ku. Karena bagiku sudah tidak ada gunanya lagi untuk hidup." Ucap Sasuke dengan terkekeh walaupun pandangan matanya kosong.
Kata-kata yang dikeluarkan Sasuke barusan membuat Itachi merasa marah.
PRANG!!
"Apa maksudmu Sasuke?!!" Bentaknya.
Mangkuk berisi makanan yang ada di pangkuannya sudah jatuh dan pecah karena ia tiba-tiba berdiri.
"Itachi!" Peringatan dari Shisui.
"Apa kau pikir dengan mati bisa memperbaiki masalah yang ada?!! Tidak Sasuke!!"
"Itachi hentikan!" Cegah Shisui memegangi kedua pundak Itachi.
"Ingat! Sasuke masih terguncang! Jangan membuatnya tambah memiliki tekanan batin!" Bisik nya ditelinga Itachi.
Itachi yang sadar pun mulai khawatir menatap adiknya yang masih diam.
Tanpa diketahui yang lainnya, tangan Sasuke bergetar.
Setelah mendengar bentakan Itachi, Sasuke perlahan menoleh kearah kakaknya dengan pandangan yang masih kosong. Bibirnya menunjukkan senyuman sampai giginya terlihat.
Mungkin jika orang lain melihatnya, mereka pasti akan takut karena ekspresi Sasuke saat ini seperti psikopat yang menyeringai.
Bukannya takut atau apa, Itachi justru terlihat khawatir melihat adiknya seperti itu.
Itachi sungguh tidak bermaksud membentak adiknya, ia tidak sengaja hingga tanpa sadar menaikan tinggi nadanya. Sekarang ia merasa menyesal karena sudah membuat adiknya jadi seperti ini.
"S-sasuke... Maafkan aku."
"Jangan.. minta.. maaf.. kak.. dan.. keluar!"
"Sa-"
"K.e.l.u.a.r." tekan Sasuke.
Dengan terpaksa Itachi mengikuti Shisui yang menariknya pelan untuk keluar.
Di luar ruangan Itachi kembali menangis merasa bersalah. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri.
"I-ini hikss.. salahku.."
"Jangan bicara seperti itu sayang, kau harus kuat! Sasuke membutuhkan dukungan kita keluarganya."