40

773 32 6
                                        

PERINGATAN!
Semua yang terjadi di cerita ini adalah murni karangan author, yang tidak sepenuhnya terjadi di kehidupan nyata. Mohon bijak dalam membacanya.

Happy reading!

"Ini gajimu untuk bulan ini, dan ini bonus untukmu karna bekerja tanpa libur."

Naruto menerima dua amplop dari bosnya.

"Terima kasih, bos."

Obito atau yang dipanggil bos oleh Naruto mengangguk.

"O-obito..." Panggil seseorang di belakang Obito.

"Kakashi?! Kenapa ke sini, bukankah aku sudah bilang akan menjemputmu?"

"Aku hanya ingin mampir untuk melihatmu bekerja." Ujarnya dengan sedikit semburat merah di pipinya.

"Astaga lucu sekali Kakashi-ku yang manis ini."

"Diamlah, jangan menggodaku."

Obito terkekeh melihat Kakashi yang galak tapi malu-malu.

"Ah halo, Naruto." Kakashi menyapa Naruto yang hanya melihat.

Naruto pun menjawabnya dengan ramah. Naruto tau, Kakashi adalah kekasih Obito. Ia beberapa kali datang kemari untuk menemui Obito, itulah sebabnya Naruto bisa mengenalnya.

"Ini ada gyoza untukmu, aku membelinya saat melewatinya tadi."

"Terima kasih, kakak ipar."
Iya, Naruto memang memanggilnya seperti itu. Suruhan Obito.

"Astaga, padahal aku sudah bilang jangan panggil seperti itu."

"Aku yang menyuruhnya, atau kau mau dipanggil nyonya Obito?"

Kakashi memukul bahu Obito.

"Bodoh, kau mau aku bunuh ya?" Ancam Kakashi namun terlihat lucu di mata Obito.

"Mau dong, bunuh aku dengan cintamu~"
Kakashi hanya memberikan ekspresi ingin muntah.

Naruto sudah terbiasa dengan pemandangan di depannya ini. Entah mengapa melihat Kakashi mengingatkannya pada Sasuke. Mereka memiliki sedikit kesamaan.

"Kalo begitu aku pergi dulu ya, Naruto. Tolong tutup tokonya."

"Baik, siap bos. Hati-hati membawa kakak ipar."

Kini tinggal Naruto sendirian di toko. Ia bersiap-siap untuk menutup toko.

"Aku jadi merindukan Sasuke."

'Kuharap mereka baik-baik saja.'

Kini sudah tengah malam, Naruto berjalan pulang menuju apartnya. Ia melewati beberapa gang sepi dan minim penerangan karena jalan ini lah yang paling cepat untuk pulang.

Sebenarnya bisa saja ia menggunakan transportasi umum, tapi ia sayang dengan uangnya jika dihabiskan untuk itu. Ia ingin menabung, setidaknya ia harus memantaskan diri lebih dahulu sebelum menemui Sasuke.

"Wah liat siapa ini, sepertinya kita dapat mangsa malam ini."

Naruto melihat beberapa orang yang terlihat seperti preman.

"Serahkan semua uangmu pada kami."

"Kalo aku tidak mau?"

"Aku akan menghajarmu."

Ada total 3 orang di depannya. Mereka berbadan lebih besar dari Naruto.

"Minggir, aku tidak punya urusan dengan kalian."

"Tapi kita punya." Jawab ketuanya, tak lama ia menyuruh anak buahnya untuk menghajar Naruto.

Naruto yang kalah ukuran tubuh dan kalah jumlah jelas merasa terpojokkan. Ia berusaha semampunya untuk melindungi dirinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[NS] Lost in You√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang