39

1.6K 54 22
                                        

Pagi yang indah tapi tidak dengan suasana di rumah satu ini.

"Jangan hanya bermalas-malasan! Ingat kau hanya menumpang di rumah cucuku!"

"Maaf nek, tapi semua sudah Sasuke kerjakan."

"Ewh! Jangan panggil aku seperti itu, aku bahkan tidak sudi punya cucu aneh seperti mu!"

"M-maaf."

"Menyingkirlah dari pandanganku, kau membuat moodku buruk saja!"

Sasuke segera memberi ruang agar nenek Neji bisa lewat.

"Kenapa kau tidak pergi saja dari sini sih?! Hidup kok menyusahkan orang lain, dasar pria menjijikkan."

"Jaga bicara anda Nyonya Hyuuga!" Sahut seorang pria tiba-tiba.

"Siapa kau?! Kenapa bisa masuk?!" Marah nenek Neji melihat pria asing memasuki rumahnya, ralat rumah cucunya.

"Sai..." Sasuke bergumam karena sedikit terkejut.

"Hai, Sasuke."

"Oh jadi kau mengenal pria menjijikkan ini?"

"Sebaiknya jaga bicara anda, jika tidak saya bisa melakukan hal yang pastinya akan merugikan anda, Nyonya Hyuuga terhormat."

"Berani sekali kau mengancam ku! Apa kau tak tahu siapa aku ha?!"

"Tentu saya tahu, anda istri dari Tuan Hyuuga yang terkenal di negara ini. Namun tidak saya sangka, etika anda cukup buruk dalam memperlakukan orang lain."

Wajah nenek Neji memerah karena marah.

"Sai hentikan, jangan bikin keributan di sini." Tenang Sasuke. Ia tidak mau membuat nenek Neji semakin marah dan berdampak pada pria yang datang tiba-tiba ini.

"Sebaiknya kau keluar, atau aku akan memanggil satpam untuk mengusirmu secara paksa."

"Ayo keluar dulu," ajak Sasuke menarik Sai keluar.

"Tapi Sas-"

Sasuke menatapnya tajam, Sai akhirnya diam. Ia sebenarnya masih ingin melawan nenek tua itu.

"Apa yang membawamu kemari?"

"Sasuke, ayo pergi dari sini. Tinggallah bersamaku, di rumahku."

"Ha?" Kejut Sasuke.

"Aku serius, di sini hanya akan membuatmu semakin tertekan."

"Tunggu dulu, kau tinggal di Australia juga?"

"Ya, lebih tepatnya sejak sebulan yang lalu. Aku dipindah tugaskan di negeri ini."

"Ini terlalu mendadak..."

Sai memegang pundak Sasuke pelan.

"Mari pergi, aku tau kau selalu diperlakukan buruk oleh nenek Neji."

"Dari mana kau tahu?"

"Yah... Aku mendengarnya dari beberapa orang tua murid didik ku."

Sasuke mencoba mencerna apa yang dijelaskan Sai.

"Untuk lebih jelasnya aku akan menceritakannya di jalan."

"Sai, aku tidak bisa pergi begitu saja. Bagaimana dengan Neji? Dia sudah baik padaku."

"Aku tahu, untuk dia serahkan padaku. Jangan khawatir aku akan membicarakan ini padanya. Neji pasti mengerti."

Sasuke diam, padahal ia tidak terlalu dekat dengan sepupu jauhnya ini.

"Aku juga sudah mengatakan hal ini pada paman Fugaku dan ia setuju. Sebenarnya jika kau ingin ke Jepang bisa saja, namun akan berdampak buruk untuk usia kandunganmu sekarang. Setidaknya tinggallah di tempatku sampai bayimu lahir, kalau pun sampai seterusnya juga tidak masalah."

[NS] Lost in You√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang