(*a bit note : Oke, sebelumnya mari kita ubah sedikit penulisan nama Ellma. Kita enyahkan nama Ellma, dan mari berfokus pada nama Ivy mulai dari chapter ini. Semoga membacanya tetap sama, dan tidak merasa aneh yah~)
Well,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
: ̗̀➛ 𝓜𝓻𝓼.𝓢𝓬𝓪𝓶𝓪𝓷𝓭𝓮𝓻 ༊*·˚
Pagi ini adalah pagi terheboh yang Ivy miliki. Karna bayangin, Lilac dengan suara toa nya udah ribet banget muter ga jelas dari kamar mandi, ke lemari, ke depan cermin, balik ke lemari lagi, terus ke depan cermin lagi. Gitu aja kayak setrikaan.
"Lilac, what are you doing?" Ivy dengan matanya yang masih menahan kantuk dibuat heran dengan kelakuan room matenya yang satu itu.
Jangan tanyakan Hortensia. Pagi gadis itu selalu damai, meski Lilac mengadakan konser dangdut Via Vallen di kamar mereka, sungguh Hortensia akan tetap diam dan tenang seolah kupingnya menuli dengan kebisingan yang Lilac buat.
Hortensia duduk di sudut ruangan, menyesap teh dalam cangkir persis seperti putri bangsawan. Ah, memang bangsawan.
Usut punya usut, ternyata Hortensia adalah Half-Blood. Ayahnya seorang penyihir yang kini sedang menjadi CEO di dunia muggle, sementara ibunya yang muggle adalah seorang putri Dubai. Tak heran jika kelakuan putrinya ini sangatlah anggun dan penuh wibawa.
Lilac? Dia Pure-Blood sama seperti Ivy. Ayahnya termasuk salah satu petinggi di kementrian sihir.
"Aku harus terlihat cantik dalam kelas hari ini." Jawab Lilac yang masih berfokus memoles dirinya sedemikian rupa.
Rasanya Ivy mau mengatakan. "Ente tuh mau pergi ke kelas, bukan dateng ke clubbing miskah!"
Namun kantuk membuatnya hanya bisa menguap sambil menatap bergantian kearah dua teman sekamarnya yang memiliki sifat bersinggungan.
"Emang hari ini ada kelas apaan sih?" Ivy bertanya pada Hortensia. Karna jika ia bertanya pada Lilac, kemungkinan besar tidak akan ada jawaban. Kalau sampai dijawab, bibir nya bisa bisa comot semua gara-gara lipstik.
Ivy heran, penyihir ternyata juga bisa genit njir.
Hortensia meletakkan cangkirnya, mengubah posisi duduknya menatap kearah Ivy yang masih berada diatas kasur sambil mengucek kedua matanya bergantian.
"Pertahanan terhadap ilmu hitam, Professor Remus John Lupin." Jawabnya.
Ahhhh... Pantas saja. Lupin yang itu kan? Professor tertampan di Hogwarts. Auranya Dady-able banget. Pantes Lilac genit.
"Jadi... Lilac berdandan untuk Professor Lupin?" Tanya Ivy.
Yang dijawab anggukan oleh Hortensia usai menyesap sedikit teh dari bibir cangkir.