Karna udah 2 bulan gak update, baca chapter sebelumnya dulu biar dapet feelnya ya
🤗
Loveyou as always!!! 😘😘
Lisa keluar dari kamar mandi yang memang terdapat di dalam kamarnya setelah mencuci muka.
Asal kalian tahu saja, Lisa hampir berteriak tadi saat ia melihat pantulan dirinya di kaca, astaga, Suga sudah melihat kondisinya yang terburuk!
Lisa berjalan pelan hendak menghampiri Suga yang masih duduk di ujung kasur membelakanginya. Ia menatap punggung yang lumayan lebar itu, perasaan bersalahnya kembali mencuat mengingat ia yang tak bisa sabar dan terus-terusan mencoba lari saat Suga justru ingin menyelesaikannya.
Lisa menunduk meremas-remas jarinya, "Mianhae.." gumamnya pelan
Suga berbalik mendengar suara lirih itu kemudian berdiri menghampiri Lisa yang masih berdiri di sisi kasur,
"Kenapa masih basah begini?" Suga mengambil tisu di nakas dan menyeka sisa air di wajah Lisa
"Maafkan aku, Oppa.." mata Lisa kembali berkaca-kaca memberanikan diri menatap Suga yang terdiam beberapa saat sebelum ia menyelesaikan apa yang ia lakukan tadi
"Aku banyak berteriak padamu.. tak jarang aku memotong ucapanmu.. aku selalu lari saat kau berusaha memperbaiki keadaan.." Lisa kembali menunduk, "Aku- aku hanya,,, takut."
Suga memandang Lisa lekat, "Apa yang kau takutkan?" Ucapnya tenang
"Kebenaran. Aku takut semuanya memang sesuai dengan dugaanku.." Lisa memutuskan untuk berani jujur dengan pria ini
Suga menarik pergelangan tangan Lisa, menuntun gadis itu untuk duduk di kasurnya sembari ia duduk di hadapan Lisa.
"Geure. Sekarang, kau bisa mendengarkanku?" Tanya Suga yang di balas anggukan kecil Lisa
"Jujur padaku, Lis, pasti ada yang mau kau tanyakan padaku, kan?" Lisa mengangguk pelan
"Tentang aku dan Jennie?" Tanya Suga lagi yang meskipun pada awalnya ragu akhirnya di iyakan kembali oleh Lisa
"Apa sebenarnya hubungan Oppa dengan Jennie Unnie?"
"Teman," Jawab Suga cepat, "Tapi aku lebih dekat dengannya ketimbang dengan Jisoo dan Rosé, tapi juga tak seperti aku sedekat denganmu."
"Apa,,, apa yang Oppa bicarakan dengan Unnie di studio waktu itu?" Akhirnya pertanyaan itu tak mencokol lagi di otak Lisa
"Apa yang kau dengar saat itu?" Suga balik bertanya. Ia ingin Lisa berani untuk mengungkapkannya sendiri
"J-Jennie Unnie bertanya seperti 'bagaimana dengan Lisa?" Lisa salah tingkah menatap Suga, "lalu Oppa menjawab 'aku seperti Jungkook' bagimu.."
Suga memicingkan matanya saat di lihatnya Lisa tak melanjutkan, "Sudah?"
Lisa mengangguk pasti menandakan memang hanya sampai di situ ia mendengarnya. Suga menggaruk alis dengan telunjuknya, menghela nafas pelan,
"Kau mendengar lengkap pertanyaan Jennie?"
Lisa menggeleng. Memang hanya itu yang ia dengar, "Anniyo, hanya itu.."
"Jennie sebelumnya bertanya padaku apa ada kemiripan antara member Blackpink dan member BTS dari segi sifat."
Lisa mendongakkan kepalanya terkejut. "Ye?!" Sungguh, ini tak ada dalam praduganya sama sekali. Mendekatipun tidak!
"Aku bilang pada Jennie, dia mirip dengan Namjoon, si konyol yang berkharisma. Jisoo dengan Taehyung, visual yang agak gila. Rosé dengan Jimin, bedanya Jimin yang paling bantet di antara kami, sementara Rosé yang paling tinggi di antara kalian." Lisa terkekeh mengingat Suga juga sebenarnya si bantet kedua di BTS
