3. Tempat Berlatih Seorang Kesatria
❄️❄️❄️❄️Keesokan harinya
"JOHN! KU PERCAYAKAN PADAMU MISI UTAMA! AKU BERLATIH DULU!"
Suara menggelegar dengan tubuh yang sudah setengah jalan di tengah tali yang digantungkan sebagai jalur pelarian membuat seisi penghuni rumah hanya bisa menggeleng kepala mereka
"NONA RINEVE!!"
"FERNANDES, LEA, JANGAN LUPA SEMANGATI JOHN. AKU BERLATIH DULU, SEMANGATLAH JOHN KAU MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG LAYAK!"
Rineve melompat dengan santai, meluncurkan skateboardnya dan berseluncur pergi tanpa menoleh. Hanya melambaikan tangannya saja bagai seorang ketua geng profesional
"NONA RINEVEE!!" teriakan kesal John sang kepala bodyguard membuat seisi rumah minimalis yang dipenuhi oleh tiga maid, satu tukang bersih-bersih dan belasan bodyguard itu menjadi penuh riuh karena sahutan penuh ejekan
Inilah salah satu nilai tambah yang membuat seluruh orang yang dikirim Dylan Saverio pada putri belianya Rineve Saverio itu bertahan tanpa pernah ada seorang pun yang mengundurkan diri sejak dikirim untuk merawat sang bungsu Saverio
"Kau cukup beruntung kali ini, John," ujar Fernandes sang tukang bersih-bersih kesayangan Rineve, beliau berusia 49 tahun dapat diandalkan sebagai salah satu penasehat dadakan kepercayaan Rineve. Diusianya yang sebentar lagi memasuki kepala 5, Fernandes masih sangat kuat, ia juga sudah memiliki isteri dan dua orang anak
John menatap wajah Fernandes dengan datar, "terima kasih." Fernandes terkekeh dengan sahutan penuh sinis dari ketua keamanan di rumah itu. John adalah satu satunya orang yang selalu diandalkan oleh Rineve dalam keadaan apapun, pria yang sudah beranjak kepala 3 itu cukup disegani oleh Rineve. Walau sebenarnya John malah seperti diperbudak oleh putri bungsu majikannya
"Aku akan siapkan keperluan mu, John," ujar Lea seraya pergi meninggalkan John dan Fernandes. Lea adalah kepala pelayan yang usianya sudah lansia, ia merupakan maid paling terpercaya yang bisa diserahkan dengan utuh oleh Dylan untuk mengasuh anaknya itu. Biar bagaimana pun Rineve adalah putri bungsu Dylan yang sulit diatur dan cukup aktif dalam membuat kebaikan
"Pekerjaan mu banyak anak muda," ujar Fernandes seraya menepuk bahu John dan pergi meninggalkan John yang tengah berusaha bersabar untuk kesekian kalinya
****
Berselancar dengan tenang hingga tiba di sebuah gedung yang cukup luas dengan banyak orang yang berbondong-bondong masuk membuat gadis dengan rambut coklat yang diikat tinggi dan sedikit keringat yang mengucur itu bernafas santai
"ARIASDNE!"
Rineve tersenyum menghela kakinya lebih bersemangat, melakukan trik singkat untuk menaiki tangga dengan kendaraan favoritnya itu. Melompat dengan badan sedikit ditekuk dan mendarat dengan sempurna
"Selamat pagi buddy," sapa Rineve seraya turun dan menenteng skateboardnya
Gadis dengan mesy hairnya itu tersenyum dan melakukan tos dengan Rineve, "ku kira setelah weekend aku hanya akan mendengar nama mu yang sudah tenang disana."

KAMU SEDANG MEMBACA
Hah? (slow up)
Teen Fiction"Sejak kapan seorang Ariasdne Rineve Saverio itu menjengkelkan? Sejak kapan?" Ariasdne Rineve Saverio gadis yang gak pernah sekali saja menyadari kalau dirinya itu benar benar menyebalkan untuk lingkungan sekitarnya. Sadar diri? Bah, kiamat dunia!