Prom Night

1.9K 136 9
                                    

5 years ago

Sifra Maree

“Okay, Sifra, kau harus memakai dress ini.”

Aku menatap Harriet dengan alis yang dinaikkan. Lalu tatapanku beralih pada dress yang digenggamnya itu. Jeez, dia sudah gila, ya?

Aku menggelengkan kepalaku, “No, Harriet.”

“Sifra—”

“Have you gone mad? Dress nya terlalu terbuka, Harriet. Ini acara prom. Aku ingin meninggalkan kesan yang bagus bersama teman-temanku. Bukan justru terlihat seperti jalang dengan memakai dress itu.”

Harriet mendecak, “Justru karena ini adalah acara prom—tempat berkumpul bersama dengan teman-temanmu untuk yang terakhir kali di sekolah, kau harus meninggalkan kesan hebat dan spektakuler. Dress ini tidak akan menunjukkanmu seperti jalang. Tapi akan membuatmu terlihat jauh lebih berbeda dari dirimu yang biasanya. Who knows, jika kau beruntung, kau mungkin bisa melepas keperawananmu malam ini. A slutty dress is a must, Sifra.”

“Huh?”

“Pakai ini. Knock ‘em dead, honey.”

Akhirnya, aku menuruti ucapan Harriet. Well, tapi aku kurang nyaman memakai dress ini. Pasalnya, dress nya begitu terbuka di bagian belakang, lalu juga menampakkan belahan dadaku.

That was mad. What was she thinking?

Pukul 19:00, aku dan Harriet pergi bersama menuju ke tempat di mana acara prom diselenggarakan.

Butuh waktu sekitar sepuluh menit saja dalam perjalanan, karena memang jalan raya hari ini begitu ramai dan penuh, sehingga akses jalannya sedikit tertahan.

Sesampainya di tempat prom, aku keluar bersama Harriet dengan membawa jaketku. Harriet yang melihatnya segera mengatakan, “Kenapa bawa jaket?”

“Dingin.”

“Sifra.”

“My tits are out, Harriet.”

Harriet menggelengkan kepalanya. “Kesempatan ini hanya satu kali seumur hidupku. Tunjukkan pada mereka semua bahwa kau itu memiliki tubuh yang seksi. Kau kan sempat menyukai Park Jimin tapi dia menolakmu, bukan? Show him how sexy you are, agar dia menyesal telah menolakmu dulu.”

“Tapi—”

“No buts. Off we go. Lepas jaketmu.”

Harriet memang benar-benar sudah gila.

Akhirnya, aku dan Harriet masuk ke dalam. Sudah banyak sekali orang yang datang. Seketika aku malu karena sudah datang terlambat.

Acaranya sudah dimulai sejak tiga puluh menit yang lalu.

Sesuai ekspektasi, semua orang menatapku dan Harriet. Atau lebih tepatnya, mereka hanya menatap ke arahku. Apa yang dikatakan Harriet itu benar. Aku menjadi sorotan mata karena mungkin mereka melihat perbedaan penampilan dari diriku.

Selama bersekolah, aku memang selalu berpakaian yang tertutup dan rapih, namun tetap modis. Tidak seperti kebanyakan murid lainnya yang memotong rok mereka hingga bokong mereka hampir terlihat, atau bahkan mengecilkan rompi dan jas mereka.

Dan ketika akhirnya mereka melihat penampilanku yang berbeda, pastinya mereka terkejut. Aku tidak pernah berpenampilan seperti ini sebelumnya.

Lucy—teman sekelasku dulu, wanita terpopuler di sekolah yang disukai banyak orang—mengatakan pada Harriet. “Dari mana saja kau? Prom nya sudah dimulai. You both are late.”

THE PROBLEM IS YOUWhere stories live. Discover now