hiraeth, Kata ini sendiri memiliki arti yang sangat indah, yakni kerinduan atau nostalgia, kerinduan atau keinginan yang tulus, atau rasa penyesalan.
Bagi sebagian orang, kata ini merujuk pada rasa kehilangan sesuatu atau kerinduan terhadap rumah.
l...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• Sorry for typo Happy reading •
Tok Tok Tok
Brak!
Jisung terkejut bukan main, tak kala pintu terbuka, ah lebih tepatnya dibanting
Tubuh jisung rasanya lemas layaknya manusia tanpa tulang, bagaimana tidak lemas orang yang membukakan pintu adalah orang yang memukulnya
" Silahkan masuk, ku harap kau tidak nyaman berada satu kamar dengan ku " Ucapnya seraya tersenyum miring meremehkan
Jisung hanya bisa berjalan mengikutinya dengan kepala yang menunduk
" Mandilah, jangan lupa sikat gigi sehabis mandi temui aku di rooftop "
Ucapnya, ia berhenti tepat di depan pintu kamar, mungkin itu kamar mereka berdua untuk kedepannya
Dengan cepat jisung pun bergegas mandi ketika ia sampai di kamarnya
Ia sedikit takut untuk menemuinya namun bukankah jika ia tidak menurutinya dia akan menghajarnya habis habisan
***
Sehabis mandi dan memakai pakaian jisungpun segera menuju rooftop seperti permintaannya
Jisung menatap seluruh penjuru rooftop, tak perlu mencari susah susah memang karena orangnya sudah ada, tengah duduk santai di sofa yang tersedia disana, tempatnya benar benar bagus tidak seburuk yang ia kira.
" Lama sekali... " Ucapnya seraya beranjak menghampiri jisung yang masih ada di ambang pintu
" Maaf, hm ada apa? "
" Tunjukan kemampuan dance mu, sekarang di hadapanku! "
" Tapi... "
Tidak ia tidak mungkin menunjukan kemampuan dance nya, bukan karena ia sedang malas dance melainkan ia takut jika ia menunjukan kemampuan dancenya dia tak akan segan segan untuk mengancamnya agar tak menunjukan yang jauh lebih bagus lagi nanti saat audisi
Tunggu? Ia jadi teringat ucapan donghyuck kemarin yang mengatakan jika jisung hanya harus sedikit menunjukan kemampuan dancenya tak perlu menunjukan semua sampai hampir dibilang sempurna
" Tidak mau? "
Sedetik setelah mengucapkan itu dia menyeret jisung hingga hampir sampai pembatas rooftop
Jika dia mendorongnya, maka ia akan terjun ke bawah dimana mobil mobil tengah berlalu lalang
" Jika kau tidak mau menunjukannya, maka aku akan mendorongmu detik ini juga! "
Tubuh jisung menegang, bagaimana ia bisa terjebak dalam situasi seperti ini?
" Ku beri kau kesempatan, hanya dalam hitungan detik jika kau tidak melakukannya maka aku akan mendorongmu "
" Hitungan ke lima tidak juga, maka tenanglah di alam sana! "
" Satu "
Jisung masih saja terdiam, entah kenapa tubuhnya kaku dan tak bisa bergerak untuk melakukan apa yang dimintanya.
" Dua "
Dia mulai melangkan semakin mendekati jisung, jisung tentu saja mundur selangkah jika ia melangkah lebih jauh maka ia sudah berada di pembatas rooftop yang hanya dilapisi kaca bening
" Tiga " Tubuh jisung bergetar keringat pun mulai bercucuran, tubuhnya kian kaku
" Empat"
"Ibu... Hyung, maaf. Maafkan aku, aku belum bisa menjadi orang yang dapat membanggakan kalian, maaf jika aku selalu merepotkan kalian " Gumam jisung
" Lima " Tangannya mulai terulur tuk mendorong tubuh jisung
" Ada kata kata terakhir ? "
" Maaf... Tolong jangan bunuh aku dulu"
" Terlambat, aku sudah muak menunggumu "
Detik berikutnya ia mendorong jisung, hingga punggung jisung menghantam pembatas kaca tersebut sampai pecah, dan tubuh jisung pun terjun ke bawah dengan durasi yang cepat
Sampai jisung merasa bahwa detak jantungnya copot tak kala tubuhnya mulai terjun bebas, tubuhnya benar benar melemas
Jisung mengira ia akan mendarat dengan mulus, namun nyatanya ia mendarat dengan tidak mulus
Karena ada sebuah mobil yang melaju kearahnya bersamaan dengan tubuhnya yang mulai mendarat, hingga tubuhnya mendarat di mobil itu, tubuhnya juga menabrak kaca mobil tersebut hingga pecah, namun tidak sampai disana tubuhnya juga terhempas karena laju mobil yang bisa di bilang cepat
Jisung tidak melihat jelas namun ia dapat merasakan jika tubuhnya sudah terhempas jauh, karena pada saat tubuhnya mendarat di mobil itu matanya mulai terpejam
Mungkin hari ini adalah hari terakhirnya, tapi ia Bersyukur, di hari terakhirnya ia melihat chenle sebelum matanya benar benar terpejam dan mungkin tak akan kembali membuka.
Meskipun chenle terluka terkena pecahan kaca mobil dan itu karenanya.
• 💚 end 💚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Makasih semua dukungannya hehe Maaf kalau endnya ga sesuai sama ekspektasi kalian...
Jangan lupa vote komen ya biar aku semangat lanjutnya.. Makasih banyak!