Anneth dipusing kan dengan tingkah laku sahabat nya tersebut, Anya dan Aurora tak henti-henti nya mengajak dirinya untuk melihat pertandingan basket antar kelas, padahal Anneth sangat malas dan ingin menghabiskan waktu dikelas saja.
Anya dan Aurora berusaha untuk membujuk Anneth tapi, tetap saja gadis itu tidak mau, mau tak mau Anneth menuruti kedua temanya dari pada dia mendengar rengekan kedua manusia ini.
Ara dan Aya hanya terkekeh, sedangkan Aza hanya tersenyum tipis, gadis tomboy tersebut nampak tak niat melakukan apapun. Aza hanya sibuk dengan game yang berada di ponsel nya.
"Ayo Neth!" ajak Anya dan Aurora bersamaan sambil menggerakan ke dua lengan Anneth.
"Turuti aja Neth. Nih bocil berdua gak akan diem," sela Aza, sambil melihat ponselnya lalu menyimpan nya ke dalam saku celana sambil menatap malas kedua gadis itu.
"Nah bener yang dibilang Aza tapi, kita bukan bocah," ujar Anya dan Aurora bersamaan. Mereka merenggut kesal lantaran disebut bocah oleh Aza. Walaupun mereka tau mulut Aza memang pedas tidak seperti rupa nya yang manis jika tersenyum.
Mau tak mau Anneth mengikuti kemaun ke dua sahabat nya tersebut, lalu mereka berjalan beriringan menuju lapangan basket.
"Untung aja kita cepet. Kalau gak..."
"Kita udah disini, jadi lo diam aja," sela Aza jengah dengan kelakuan gadis itu. Aurora sungguh cerewet!
Anneth meremas bajunya, keringat dingin sudah membanjiri muka nya, lintasan masa lalu berputar begitu saja. Ara yang merasa aneh dengan tingkah laku Anneth lantas bertanya.
"Lo kenapa, Neth?" tanya Ara terselip nada khawatir disana.
Anneth menoleh melihat ke arah Ara lalu tersenyum sambil menggeleng, dan berguman baik-baik saja. Padahal keadanya sekarang jauh dari baik-baik saja.
Ringisan Anneth membuat Aza menoleh ke arah gadis itu. Aza menyimpan ponsel nya di saku celana nya. "Kenapa?" Anneth tersenyum menanggapi sambil memggeleng.
Muka gadis tersebut sudah pucat pasi, sakit di kepalanya juga semakin bertambah. Perlahan darah segar keluar dari hidung nya, beruntung ia selalu membawa tisu.
"Gue ke toilet sebentar." Tanpa mendengar jawaban dari Ara, Anneth segera meninggalkan tempat tersebut dan menuju toilet.
Di dalam salah satu bilik toilet Anneth berusaha menghentikan mimisan nya, tapi sendari tadi darah terus mengalir dari hidung nya, tisu-tisu berserakan dengan bercak darah.
Brak
Anneth terkejut saat merasakan seseorang memeluk nya, sambil menangkup wajah pucat nya. Orang itu menatap lekat wajah Anneth, tersirat raut wajah kekhawatiran di sana.
"Gue pikir udah gak ada."
"Kenapa mau diajak?"
Seakan paham dengan pertanyaan orang tersebut Anneth berjalan menuju tong sampah untuk membuat tisu dengan bercak darah. Ia lalu tersenyum menatap orang tersebut.
"Aku gak bisa untuk sekedar menolak tawaran mereka," jawab Anneth, sambil sedikit menunduk. Percaya orang di depannya ini akan sangat menyeramkan jika marah. Terlebih jika itu sudah menyangkut hal yang dia tidak sukai
Wush
Angin tiba-tiba berhembus kencang, membuat Anneth merinding seketika.
"Anneth run sekarang, bahaya!" Tiba-tiba suara Clara muncul begitu saja disamping telinga Anneth, tanpa memunculkan diri di depan Anneth.
Tumben sekali Clara hanya bersuara tanpa menunjukan wujud nya pikir Anneth,
"Kenapa?"
"Dia bukan dia!"
"Bukan saat nya untuk berpikir Anneth, aura nya begitu besar sehingga menekan ku, aku hanya bisa bersuara tanpa menunjukan keberadaan ku."
Sebentar apa yang di maksud Clara? Siapa yang dimaksud? Apakah sosok yang berada di depan nya ini? dan aura apa yang dimaksud, kenapa bisa menekan Clara?
Anneth perlahan menoleh ke bawah dan terdiam saat melihat kepulan asap hitam pekat perlahan mulai muncul.
Sosok tersebut terdiam saat melihat Anneth yang sedari tadi diam tanpa mengatakan satu kata pun. Seakan paham sosok tersebut menyeringai sambil mengatakan sesuatu yang membuat Anneth terdiam.
"Udah tau ya?"
"Tau dari Clara ya?" sambung sosok tersebut dengan wujud yang mulai berbeda.
Tunggu! Dari mana sosok di depan nya ini tau tentang Clara?
•••
Sampai sini dulu untuk part kali ini, Maafkan pendek banget🙏
See you next part, kayak nya bentar lagi bakalan end deh
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Vs Psychopath
Novela Juvenil(Sequel KTL) (KENAPA HARUS NUNGGU END KALAU BISA BACA SEKARANG?!!) Menceritakan Seorang gadis cantik, yang memiliki kelebihan bisa merasakan dan melihat kehadiran mereka mahkluk tak kasat mata. Setiap hari ia selalu melihat 'mereka'. Dan berceritaka...
