TEMAN KERJA MENYEBALKAN

54 13 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Beberapa bulan ini bangun pagi menjadi rutinitas baru bagi Taehyung. Selain kopi dan sebatang coklat untuk camilan di pagi hari. Berpakaian rapi, Taehyung nyaris terlihat seperti pemuda akhir belasan alih-alih akhir dua puluhan. Rambut coklatnya tersisir rapi dengan setelan senada. Hari baru adalah awal baru, pikirnya.

Meja yang dia punya terlihat rapih dengan beberapa stiky notes yang berjejer dan tumpukan lembaran kertas yang di klip di bagian atasnya. Hari baru adalah awal baru, pastinya.

Pukul 08.00 seharusnya seluruh penghuni kubikel telah berada di tempat, yah semua.

"Pagi Kim Taehyung. Aku rasa kau dalam mood yang baik mengingat keluargamu memenangkan tender atas kerjasama yang mengagumkan."

Sapaan pagi terbiasa yang dia terima setelah berada di sini. Tidak terlalu terkejut, Taehyung hanya tersenyum simpul tanpa berkomentar. Melanjutkan aktivitasnya melihat dokumen di tangannya. Hari baru adalah awal baru, sepertinya.

Pemuda itu, Jeon Jungkook dari divisi yang sama dengannya. Telah setahun bekerja dengan rekor yang tak main-main. Dedikasinya memang sangat tinggi. Tapi tidak dengan cara pandangnya.

Muak tentu saja. Taehyung merasa dirinya telah berjuang mati-matian demi posisi ini. Mengingat bagaimana tes awal dan wawancara yang dilakukannya, agaknya Taehyung berpikir kalau dirinya pantas. Tetapi tentu saja tidak sama dengan pemikiran orang lain.

Klan Kim yang tersemat di namanya dan garis keturunan di nadinya membuatnya pusing. Terkadang dalam hal baik tetapi tidak jarang juga dalam hal buruk.

Jeon Jungkook misalnya. Mengungkapkan dengan gamblang bagaimana relasi keluarganya dengan pemilik perusahaan tepat setelah dirinya nyaris dipilih menjadi pegawai teladan bulan kemarin. Sungguh ironis.

Berkata seolah semua pencapaian hasil tak lain atas campur tangan keluarga dan tentu saja, tampangnya. Yang paling menjengkelkan adalah ketika dia dengan santai berpendapat dan di selingi oleh nada jail dan jenaka. Itu tidak adil.

Dan lebih tidak adil ketika seluruh rekan kerja seakan setuju dan menganggap dirinya tak lain sebagai produk dengan privilese yang bagus.

Memikirkannya membuat Taehyung kesal. Sangat.

"Jangan terlalu dipikirkan, Tae. Itu hanya candaan." Park Jimin, kepala divisi yang kebetulan berteman sangat akrab dengannya.

Oh, candaan. Bagaimana jika bercanda tentang topik pembunuhan berantai yang mengincar para pekerja yang pulang larut malam. Dan bercanda tentang kemungkinan Jeon Jungkook di mutilasi menjadi bagian-bagian kecil dan dipisah ke berbagai tempat sekitar hampir 60% lebih. Memikirkannya membuat Taehyung ingin tertawa.

Jimin ketua tim yang baik. Minus selera humornya yang anjlok, Jimin merupakan pribadi yang menyenangkan.

"Kau harus rileks sejenak, Tae." Menatap Taehyung lembut, "Kau terlalu banyak mengambil jam lembur sebulan ini."

MERAKICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang